Belajar Alkitab : Yesus, apakah “Tuan” atau “Tuhan”?


Beberapa keanehan yang dapat kita temukan dalam penyebutan seorang Yesus, dalam ALKITAB TERJEMAHAN LAI adalah sbb:

Dalam Yohanes 4:11 versi Lembaga Alkitab Indonesia dikatakan, “Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?”.

Bagaimana mungkin perempuan Samaria menyapa seorang yang belum dikenalnya dengan sebutan “Tuhan”? Bukankah sebutan “Tuhan” selalu menunjuk pada Sang Pencipta?Bagaimana mungkin seorang wanita yang tiba-tiba kedatangan seorang asing yang kehausan dan belum dikenalnya akan memanggilnya dengan sebutan “Tuhan”?

Persoalan selanjutnya ditemukan dalam 2 Korintus 11:26, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan”. Bagaimana mungkin sebutan Tuhan yang dikhususkan bagi Sang Pencipta, dapat mengalami kematian dan menjadi mayat? Mungkinkah Pencipta Langit dan Bumi dapat mati?

Demikian pula dalam Lukas 24:3 dikatakan,”…dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus”. Tuhan menjadi mayat? Mayat Tuhan? Sungguh tidak dapat dibayangkan bahwa ada agama bertuhankan mayat…

Persoalan-persoalan teologis yang mengemuka ini harus disikapi dengan ilmiah, melakukan analisis teks bahasa, baik Ibrani maupun Aramaik serta Greek sebagai bahasa yang dipergunakan pertama kali untuk mengkomunikasikan kehidupan dan ajaran Yesus Sang Mesias atau Isa Al Masih. Tanpa analisis kebahasaan, akan menimbulkan sejumlah persepsi yang spekulatif…

Merujuk pada Kitab TaNaKh (Torah, Neviim, Kethuvim), yang lazim dikenal oleh Kekristenan dengan sebutan Kitab Perjanjian Lama, baik yang berbahasa Ibrani maupun Greek yang dikenal dengan sebutan Septuaginta serta berbahasa Aram yang dikenal dengan sebutan Pshitta, maupun Kitab Brit Khadasha atau Kitab Perjanjian Baru, baik yang berbahasa Ibrani seperti Shem Tov, Du Tillet, Munster, serta berbahasa Aramaik yang disebut Pshtita serta berbahasa Greek yang biasa disebut dengan Euanggelion, ada beberapa gelar atau sapaan yang harus kita ketahui, yaitu : Adon, Adonai, Elohim (Ibr) atau Maran, MarYah, Alaha (Aram) serta Kurios, Theos (Greek)

Adon, Adonai, Elohim:

(The Theological Wordbook of The Old Testament, R. Laird Harris, etc., Moody Press Chicago, Illinois, 1980)

ADON. Lord, Lord, LORD, master, owner….
Adon biasanya digunakan pada pria. Sarah memanggil Abraham/Ibrahim dengan sebutan “adon” ..tuanku (Kej 18:12)

18:12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

Abraham memanggil malaikat (Kej 19:2).

19:2 serta berkata: “Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya.” Jawab mereka: “Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.”

Budak Abraham berulang memanggil tuannya (Kej 24).

The pharaoh of Egypt was called by this title (Gen 40:1), as well as Joseph his “vizier” (Gen 42:10).

40:1. Sesudah semuanya itu terjadilah, bahwa juru minuman raja Mesir dan juru rotinya membuat kesalahan terhadap tuannya, raja Mesir itu

42:10 Tetapi jawab mereka: “Tidak tuanku! Hanyalah untuk membeli bahan makanan hamba-hambamu ini datang.
Ruth used it of Boaz before they were married (Ruth 2:13).

2:13 Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku

Hannah addressed Eli the priest by this term (1Sam 1:15).

1:15 Tetapi Hana menjawab: “Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati;

Saul’s servants called him by the title as well (1Sam 16:16).

16:16 baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi

Likewise, officers less than the king, such as Joab, had this appellation (2Sam 11:9).

11:9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.

In 1Kings 16:24 there is the unique reading “Shemer, ‘owner’ of the hill, Samaria.”

16:24 Kemudian ia membeli gunung Samaria dari pada Semer dengan dua talenta perak. Ia mendirikan suatu kota di gunung itu dan menamainya Samaria, menurut nama Semer, pemilik gunung itu.

The prophet Elijah bore the title “lord” (1Kings 18:7).
18:7 Sedang Obaja di tengah jalan, ia bertemu dengan Elia. Setelah mengenali dia, ia sujud serta bertanya: “Engkaukah ini, hai tuanku Elia?”

However, there are numerous passages, particularly in Psalms, where these forms, which are the only ones to apply to men, refer to God.
Exodus 34:23 combines “the Lord, YHWH, the God of Israel” (ha Adon yhwh Elohe Yisrael).
Deuteronomy 10:17 uses both the singular and plural in the construction “Lord of lords” ha Adoni ha Adonim; cf. Psa 136:3).
In Psa 8:1 [H 2] God has the title “YHWH our Lord” (YHWH Adonenu).
The Messiah bears this title in Psa 110:1.

ELOHIM is the assumed root of El, Eloah, and Elohim, which mean “god” or “God.”

Kurios and Theos:

(Analytycal Greek New Testament, Timothy & Barbara Friberg, 1994)

KURIOS : strictly, a substantive of the adjective kurios(strong, authoritative); hence, one having legal power lord, master; (1) in a nonreligious sense; (a) one controlling his own property owner, lord, master (MK 12.9); (b) one having authority over persons lord, master (LU 12.43); (2) as a form of address showing respect sir, lord (JN 4.11); (3) in religious usage, as a designation and personal title for God (MT 1.20) and Jesus Christ (JN 20.18) (the) Lord; translation of the Hebrew adonai, which in the public reading of Scripture replaced the tetragrammaton YHWH

THEOS: (1) as the supreme divine being, the true, living, and personal God (MT 1.23; possibly JN 1.1b); (2) as an idol god (AC 14.11); feminine goddess (AC 19.37); (3) of the devil as the ruling spirit of this age god (2C 4.4a); (4) as an adjective divine (probably JN 1.1b); (5) figuratively; (a) of persons worthy of reverence and respect as magistrates and judges gods (JN 10.34); (b) of the belly when the appetite is in control god (PH 3.19)

Dari analisis tekstual diatas, sebutan Adon atau Adonai dalam bahasa Ibrani, setara dengan sebutan Mar, Maran dalam bahasa Aram dan setara dengan sebutan Kurios dalam bahasa Greek.

Sementara sebutan Elohim dalam bahasa Ibrani, setara dengan sebutan Elah atau Alaha dalam bahasa Aram dan Theos dalam bahasa Greek. Sebutan Adon, Mar, Maran dan Kurios, dapat dikenakan kepada manusia, orang terhormat, raja, tuan tanah, orang kaya, bangsawan, dll namun juga dapat dikenakan untuk menyapa Sang Pencipta. Sementara sebutan Elohim, atau Alaha, Elah atau Theos, hanya patut ditujukan bagi yang “dipertuhan”. Dalam konteks paganisme, tentunya patung dewa-dewa dapat disebut elohim atau theos. Sementara dalam konsep monoteistik, sebutan Elohim atau Theos, menunjuk kepada Pencipta Langit dan Bumi…..yaitu Tuhan Semesta Alam Pencipta Langit dan Bumi..

Didasarkan pada analisis diatas, maka sebutan Kurios bagi Yesus dalam naskah Greek Perjanjian Baru, seharusnya diterjemahkan dengan sebutan “Tuan”. Maka pernyataan, “Legei hautoi Kurie houte antlema ekheis kai to phrear estin bathu phosen houn ekheis to udoun to zoon” (Yokh 4:11) seharusnya diterjemahkan

“Tuan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?”.

Demikian pula pernyataan, “Eiselthousai de oux euron to soma tou Kuriou Iesou” (Luk 24:3) pun seharusnya diterjemahkan, ““dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat tuan Yesus”.

Jika LAI tidak meluruskan kerancuan penggunaan terjemahan “Tuhan” bagi “Kurios” Yesus, maka dalam pembacaan teks Alkitab, akan menimbulkan kekacauan. Contoh berikut dapat memberikan gambaran. Lembaga Alkitab Indonesia menerjemah 1 Korintus 8:6 sbb:

“Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”.

Jika anda membaca teks Aramaik dan Yunani 1 Korintus 8:6, maka dibedakan antara frasa, “khad hu Elaha” – “eis Theos” dan frasa “wekhad Marya Ieshua” -“eis Kurious Iesous”. Perhatikan istilah Aramaik “Elaha” dan “Marya” serta istilah Greek “Theos” dan “Kurios”. Sangat jelas bahwa sebutan “Elaha” atau “Theos” ditujukan pada Bapa dan sebutan “Marya” atau “Kurios” ditujukan kepada manusia bernama Ieshua. Dan sebutan “Marya” maupun “Kurios”, seharusnya diterjemahkan “Tuan”, sekalipun sebutan itu dapat ditujukan pada Pencipta maupun ciptaan.

Ada usaha-usaha yang dilakukan oleh beberapa komunitas Kristen, untuk menghilangkan penggunaan nama Allah dalam terjemahan Kitab Suci, dengan sebutan Tuhan. Namun dikarenakan mereka telah memiliki pra paham mengenai sebutan “Tuhan” bagi Yesus, maka ketika menerjemahkan 1 Korintus 8:6 mereka terjebak dalam kerancuan yang luar biasa kacau. Perhatikan terjemahan Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan yang diterbitkan mengatasnamakan Jaringan Pengagung Nama Yahweh sbb: “namun bagi kita hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”.

Di mana letak kerancuan yang luar biasa tersebut? Dengan adanya frasa, “satu Tuhan” yang ditujukan untuk Bapa dan frasa “satu Tuhan” yang ditujukan untuk Yesus, maka dapat menimbulkan persepsi bahwa ada “dua Tuhan” yang setara dalam keyakinan Nasrani.

Kerancuan yang sama kita dapati ketika membaca Ibrani 7:14, “Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apa pun tentang imam-imam”. Bagaimana mungkin Tuhan memiliki garis genealogis kesukuan dengan manusia? Terjemahan yang masuk akal dan wajar adalah, “Tuan kita [Adonenu] berasal dari suku Yahuda”.

Untuk itu penyebutan Yesus sebagai “Tuan”, selayaknya dituliskan dalam seluruh terjemahan atau saat membaca 4 versi Kitab Injil. Mengapa? Karena semua orang yang bercakap-cakap dengan Sang Nabi, baik para murid maupun orang-orang yang simpati atas pengajaran beliau, memahami sebutan dalam bahasa Ibrani “Adon” atau dalam bahasa Yunani “Kurios”, tiada lain bermakna “Tuan” atau “Seseorang yang memiliki kedudukan terhormat baik secara sosial maupun religius”. Contoh penerapan kata “Tuan” adalah percakapan wanita Samaria yang hendak mengambil air sumur dengan Sang Nabi yang belum dikenalnya, sbb:

“Kata perempuan itu kepadanya: “Tuan, engkau tidak punya timba, dan sumur ini amat dalam; dari manakah engaku memperoleh air hidup itu?” (Yoh 4:11).

Mana yang lebih bisa diterima akal dengan terjemahan di bawah ini :

“Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

Disesuaikan dari sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150171903395104

13 Komentar

  1. Asalamuaallaikum wr wb, ternyata udah byk kemajuan ya jalan syukurlah ak juga ikut senang dan mendoakan moga selalu dalam ridhoNYA amin

    Jalan tolng ak minta nope mu kalo leh

    • Wa’alaikumussalam warahmatullah..

      Alhamdulillah..sebagai tambahan ilmu untuk mendakwahi kaum non Muslim

      • bacalah alkitab maka kmu akan mendapatkn jln yg lurus..!

  2. Alhamdulillah…

  3. Belajar saja dengan Saksi Yehovah, mereke sudah tahu lebih dahulu dari pada Anda. Quran memang memberitahu anda bahwa ‘orang nasrani’ menTuhankan Isa almasih (Yesus) dan menjelaskan bahwa Tuhan hanya satu bukan tiga. tapi kenyataan memang Pengikut Kristen Sejati tidak menTuhankan Yesus. megapa tidak percaya saja kepada Alkitab? toh anda juga membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan dari Alkitab kan? Anda telah membahas Alkitab, silahkan percaya kepada buku itu. dan secara tidak langsung anda sudah memercayainya.

    Anda telah mengenal Yesus – walaupun masih perlu mengenal lebih jauh lagi. Tapi itu cukup menjadi dasar iman Kristen Sejati pada Anda, jika Anda mau. silahkan renungkan ayat ini YOHANES 17:3.

    Anda boleh mengenal satu pribadi lagi yaitu “Satu-satunya Allah yang benar..” – Yehovah.( Ulangan 4:39)

    Jika komentar saya ini akan sia-sia, saya mohon biarlah tetap dapat terbaca.

    • Jika anda seorang saksi Yehovah, maka berimanlah kepada Muhammad yang telah meluruskan kembali apa yang diajarkan Yesus Kristus tentang Tauhid mengesakan ALLAH dalam doa dan peribadatan. Berimanlah maka kesaksian anda akan dibalas dua kali lipat..

      • wez ojo rame ae

      • Wah…ada saksi yehuwa ya, disini! salam kenal aja.
        jalan ibrahim, benar gak tu, dibalas dua kali lipat? mana ayatnya?
        trus yang dua kali lipat tu apa? hartakah… wanita kah… atau apa…

        • anda sudah mulai belajar mengenal siapa YESUS..! pelajarilah trus pasti anda akan tahu siapakah YESUS itu..!

  4. Terjemahan kata Yunani ΚΥΡΙΟΣ – κυριος – KURIOS ; Tuhan/ Tuan:

    Satu dari antara kesulitan yang dihadapi bila menerjemahkan Alkitab, ialah mendapatkan padanan yang tepat dari kata Yunani κυριος- kurios. Bahasa Indonesia tidak mempunyai satu kata dengan makna berganda yang persis sepadan dengan κυριος – kurios dalam bahasa Yunani, yang dapat dipakai bagi Allah maupun bagi orang berderajat tinggi. Kata Tuhan dan tuan pernah dianggap sebagai padanan dari κυριος – kurios. Tapi mengingat pertimbangan-pertimbangan agama dan perkembangan bahasa, maka kata Tuhan dan tuan sudah tidak dapat lagi dipakai sebagai padanan kata dari κυριος – kurios. Pada masa ini kata Tuhan dan tuan merupakan dua kata dengan arti yang berbeda.

    Dalam Perjanjian Lama, salah satu sebutan untuk Allah ialah יהוה – YHVH (ditulis: YEHOVÂH tetapi dibaca: ‘ADONÂY), yang dipakai khususnya dalam penekanan perjanjian Allah dengan Israel. יהוה – YHVH adalah nama pribadi, bukan nama benda seperti אלהים – ‘ELOHÎM (yang seakar dengan Allah).

    Sepanjang abad-abad dalam mana Perjanjian Lama ditulis, nama יהוה – YHVH yang dipakai. Tapi pada zaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, ± 400 – 50 sebelum Masehi, orang mulai merasa bahwa nama YHVH terlalu mulia untuk disebutkan. יהוה – YHVH boleh dituliskan – setelah menyucikan tubuh – tetapi tidak boleh disebutkan. Akibatnya, timbul kesulitan bila membaca Alkitab dengan suara nyaring, istimewa di sinagoga. Karena itu, orang Yahudi yang sungguh-sungguh ortodoks menempuh kebijaksanaan dengan mengganti יהוה – YHVH dengan sebutan אדני – ‘ADONÂY (tuan, bapak) bila nama yang terlalu mulia itu diketemukan dalam ayat Alkitab. Hingga masa kini, orang Yahudi yang sungguh-sungguh tulen ortodoks terus melakukan hal yang sama.

    Para penerjemahan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani — di kota Alexandria pada tahun 250 sebelum Masehi; terjemahan itu disebut LXX atau Septuaginta — sewaktu menghadapi kesulitan menyalin YHVH menempuh kebijaksanaan memilih kata κυριος – kurios yang berarti tuan, bapak, pemilik. Ada ahli yang berpendapat bahwa pemakaian κυριος – kurios dalam LXX memprakarsai pemakaian ‘ADONAY oleh orang-orang Yahudi di perantauan; tapi mana yang mendahului yang lain tidaklah begitu penting. Yang sangat penting khususnya bagi sejarah agama dinyatakan ialah, bahwa nama pribadi Allah yang membuat perjanjian itu telah diperluas menjadi nama yang bukan pribadi, dengan pemakaian sebutan yang boleh diterapkan kepada Allah maupun kepada manusia yang mempunyai derajat tinggi dan kuasa.

    Mungkin para penerjemah LXX dalam menentukan pilihannya dipengaruhi oleh dua unsur, yaitu:

    1. κυριος – kurios mengandung arti wibawa yang sah, kekuasaan berdasarkan hak dan bukan kelaliman;
    2. κυριος – kurios terlepas dari arti keagamaan lain.

    Sejauh yang dapat diketahui, sebelum LXX, belum pernah ada orang yang memakai nama κυριος – kurios sebagai nama Allah walaupun kata sifat yang seakar berarti sah, berkuasa, sudah lama dipakai secara demikian.

    Kecocokan penerapan kata κυριος – kurios kepada Allah dan manusia sangat penting dalam perkembangan Gereja Kristen purba. Kata itulah yang menjadi jembatan bagi kekristenan untuk memasuki dunia yang berbahasa Yunani, memasuki dunia orang kafir, dan memasuki dunia proselit (orang-orang yang bukan Yahudi menganut agama Yahudi).

    Bagi orang-orang Kristen Yahudi yang tinggal di Palestina, yang sangat giat mempertahankan monotheisme, ‘ADONÂY, κυριος – kurios, dapat mengungkapkan imannya kepada Kristus tanpa merusak keyakinan monotheismenya. Apabila murid-murid yang baru terpilih menyebut Yesus dengan κυριος – kurios, maka sangat mungkin artinya yang paling dekat ialah tuan — yang bagaimanapun juga — lebih daripada manusia.

    Sesudah kebangkitan Yesus Kristus, murid-murid menyebut-Nya κυριος – kurios dalam arti yang penuh secara Kristen. Kemudian sesudah turunnya Roh Kudus, murid-murid yang telah dihidupi dan diajar oleh Roh itu, memandang Yesus Kristus sebagai κυριος – kurios dengan pengertian: bahwa tidaklah menghujat menyebut Dia YHVH. Seperti umum diketahui, pada abad kedua dan ketiga, kaisar-kaisar Romawi menuntut untuk disebut κυριος – kurios. Tuntutan ini ditentang mati-matian oleh Gereja Kristen, yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya κυριος κυριων, kurios kuriôn, Tuan di atas segala tuan:

    * Wahyu 19:16

    LAI TB, Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”

    King James Version (KJV), And he hath on his vesture and on his thigh a name written, KING OF KINGS, AND LORD OF LORDS.

    Textus Receptus (TR) , και εχει επι το ιματιον και επι τον μηρον αυτου το ονομα γεγραμμενον βασιλευς βασιλεων και κυριος κυριων

    Translit, kai ekhei epi to himation kai epi ton mêron autou to onoma gegrammenon basileus basileôn kai kurios kuriôn

    Masalah padanan kata κυριος – kurios ini paling nyata terasa dalam keempat Injil. Jelas bahwa bagi iman Kristen, kata Tuhan adalah merupakan padanan kata yang tepat untuk diterapkan kepada Yesus Kristus sesudah kebangkitan-Nya. Tapi padanan kata ini kurang tepat dipakai dalam pembicaraan sehari-hari yang dicatat oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

    * Yohanes 4:11

    LAI TB, Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?'”

    KJV, The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with, and the well is deep: from whence then hast thou that living water?

    TR, λεγει αυτω η γυνη κυριε ουτε αντλημα εχεις και το φρεαρ εστιν βαθυ ποθεν ουν εχεις το υδωρ το ζων

    Transit, legei autô hê gunê kurie oute antlêma ekheis kai to phrear estin bathu pothen oun ekheis to hudôr to zôn

    Note:
    Tabel perubahan kata κυριος – kurios

    Tunggal :
    Nominatif : κυριος – kurios
    Genitif : κυριου – kuriou
    Datif : κυριω – kuriô
    Akusatif : κυριον – kurion
    Vokatif : κυριε – kurie

    Jamak :
    Nominatif : κυριοι – kurioi
    Genitif : κυριων – kuriôn
    Datif : κυριοις – kuriois
    Akusatif : κυριους – curious

    Andai kata perempuan Samaria di atas berbahasa Indonesia, maka pasti ia tidak akan memakai sebutan “Tuhan” terhadap Yesus melainkan Bapa atau Tuan, karena orang Samaria juga monotheis.

    * Matius 15:22

    LAI TB, Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”

    KJV, And, behold, a woman of Canaan came out of the same coasts, and cried unto him, saying, Have mercy on me, O Lord, thou son of David; my daughter is grievously vexed with a devil.

    TR, και ιδου γυνη χαναναια απο των οριων εκεινων εξελθουσα εκραυγασεν αυτω λεγουσα ελεησον με κυριε υιε δαβιδ η θυγατηρ μου κακως δαιμονιζεται

    Transit, kai idou gunê khananaia apo tôn horiôn ekeinôn exelthousa ekraugasen autô legousa eleêson me kurie huie dabid hê thugatêr mou kakôs daimonizetai

    Perempuan Kanaan (Siro-Fenesia) di atas yang mungkin menyembah berhala, pasti memakai κυριος – kurios terhadap Yesus dalam pengertian dewa, maka berlebihan pula bila dalam hal itu κυριος – kurios diterjemahkan Tuhan.

    Hanya Lukas dari antara penulis-penulis Injil yang menyebut Yesus dengan κυριος – kurios – di luar pembicaraan yang dicatatnya, dan sebutan ini memang dimengerti sebagai Tuhan dalam arti Kristen yang sepenuhnya. Tidak mungkin menentukan apa arti κυριος – kurios jika dipakai dalam percakapan sehari-hari, apakah pemakai menyapa Yesus demikian hanya dalam arti tuan atau beriman kepada Dia sebagai Tuhan.

    Demikian pula saat pertobatan Paulus di jalan menuju Damsyik ketika ia bertanya, “τις ει κυριε, tis ei kurie”, “Siapakah Engkau, Tuhan?” (Kisah Para Rasul 9:5) tidak dapat diterjemahkan dengan “tuan” karena ia tahu dan mengenal yang menyapanya adalah Tuhan itu sendiri. Hal ini dapat dibandingkan dengan pengalaman Samuel tatkala masih kecil.

    * 1 Samuel 3:9

    LAI TB, Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.

    KJV, Therefore Eli said unto Samuel, Go, lie down: and it shall be, if he call thee, that thou shalt say, Speak, LORD; for thy servant heareth. So Samuel went and lay down in his place.

    Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
    וַיֹּאמֶר עֵלִי לִשְׁמוּאֵל לֵךְ שְׁכָב וְהָיָה אִם־יִקְרָא אֵלֶיךָ וְאָמַרְתָּ דַּבֵּר יְהוָה כִּי שֹׁמֵעַ עַבְדֶּךָ וַיֵּלֶךְ שְׁמוּאֵל וַיִּשְׁכַּב בִּמְקֹומֹו׃

    Translit, VAYO’MER ‘ÊLÎ LISYMU’ÊL LÊKH SYEKHÂV VEHÂYÂH ‘IM-YIQRÂ’ ‘ÊLEYKHA VE’ÂMARTÂ DABÊR YEHOVÂH KÎ SYOMÊA’ ‘AVDEKHA VAYÊLEKH SYEMU’ÊL VAYISYKAV BIMQÔMÔ

    Septuaginta (LXX)και ειπεν αναστρεφε καθευδε τεκνον και εσται εαν καλεση σε και ερεις λαλει κυριε οτι ακουει ο δουλος σου και επορευθη σαμουηλ και εκοιμηθη εν τω τοπω αυτου

    Transit, KAI EIPEN ANASTREPHE KATHEUDE TEKNON KALESTAILEAN KALESÊ SE KAI HEREIS LALEI KURIE HOTI AKOUELO DOULOS SOU KAI HEPOREUTHÊ SAMOUÊL KALEKOIMÊTHÊ EN TÔ TOPÔ AUTOU .

    Disalin dari : Yohannes/ Biblika
    http://www.sarapanpagi.org/terjemahan-kata-yunani-kurios-tuhan-tuan-vt1825.html

  5. Hello pak Lumbanraja, salam kenal.
    Menanggapi comment anda:
    [[[ Satu dari antara kesulitan yang dihadapi bila menerjemahkan Alkitab, ialah mendapatkan padanan yang tepat dari kata Yunani κυριος- kurios. Bahasa Indonesia tidak mempunyai satu kata dengan makna berganda yang persis sepadan dengan κυριος – kurios dalam bahasa Yunani, yang dapat dipakai bagi Allah maupun bagi orang berderajat tinggi.]]]

    Bagaimana dengan kata “junjungan” atau “yang dipertuan agung” atau “gusti”?,

    Gusti berarti
    1. Sebutan bangsawan/ tokoh yang diagungkan/ dihormati, contoh kalimat : Ke mana pun gusti pergi hamba akan ikut.
    2. Sebutan untuk Tuhan (atau yang dianggap Tuhan), contoh kalimat : Aduh Gusti, saya mohon ampun, saya bertobat.

    [[[Kata Tuhan dan tuan pernah dianggap sebagai padanan dari κυριος – kurios. Tapi mengingat pertimbangan-pertimbangan agama dan perkembangan bahasa, maka kata Tuhan dan tuan sudah tidak dapat lagi dipakai sebagai padanan kata dari κυριος – kurios. Pada masa ini kata Tuhan dan tuan merupakan dua kata dengan arti yang berbeda.]]]

    Fakta menunjukkan bahwa kata κυριος – kurios pada masa ini masih dipakai dan masih berarti tuan/ sir/ mister.

    Ναι κύριε Φούχτελ, …..etc – Nai kurie Fouchtel
    http://www.mediasoup.gr/node/59240
    Ya tuan Fouchtel,

    Συγγνώμη κύριε πρόεδρε, ….Suggnome kurie proedre….
    http://www.imerisia.gr/article.asp?catid=26511&subid=2&pubid=65112

    Maaf Mr. President….etc.

    [[[Mungkin para penerjemah LXX dalam menentukan pilihannya dipengaruhi oleh dua unsur, yaitu:
    1. κυριος – kurios mengandung arti wibawa yang sah, kekuasaan berdasarkan hak dan bukan kelaliman;
    2. κυριος – kurios terlepas dari arti keagamaan lain.

    Sejauh yang dapat diketahui, sebelum LXX, belum pernah ada orang yang memakai nama κυριος – kurios sebagai nama Allah walaupun kata sifat yang seakar berarti sah, berkuasa, sudah lama dipakai secara demikian.]]]

    Saya kira tidak begitu, Pindar, seorang penyair dijaman Classical Greek, diabad V BCE, jauh sebelum LXX ditulis, ia telah menulis dalam syairnya Isthmian 5 ayat 59

    Ζευς τά τε καϊ τα νέμει Ζευς ό πάντων κύριος.
    Zeus ta te kai ta nemei, Zeus ho pantôn kurios.

    Zeus dispenses both good and bad, Zeus the master of all.

    [[[Sesudah kebangkitan Yesus Kristus, murid-murid menyebut-Nya κυριος – kurios dalam arti yang penuh secara Kristen. Kemudian sesudah turunnya Roh Kudus, murid-murid yang telah dihidupi dan diajar oleh Roh itu, memandang Yesus Kristus sebagai κυριος – kurios dengan pengertian: bahwa tidaklah menghujat menyebut Dia YHVH.]]]

    Saya kira tokoh-tokoh yang anda sebut murid Jesus tidak mengartikan κυριος – kurios = Θεός – theos = Tuhan

    1 Pe 3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia κυριον tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Colossians 3:23 Hai hamba-hamba, taatilah κυριοις kuriois tuan-tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

  6. Testing.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s