YAHWEH atau ALLAH? Surat Terbuka Untuk Messianik Indonesia Messianic Judaism Yahweisme Saksi Yehovah


Wahai anda pengunjung blog kami, umat Messianik,

Semoga DIA yang kepadaNya Yeshua Ruku dan Sujud di Getsemani memasukkan HidayahNya ke dalam relung hatimu.

Para pendeta anda mengatakan bahwa MUSA menyembah YHWH dan bukan ALLAH, demikian mereka mengajarkan kepadamu. Maka inilah bantahan kami atas ucapan mereka..

Susunan huruf tetragrammaton YHWH tidak satu manusia ibranipun yang berani mengeja YHWH menjadi Yahweh…Yehovah..Yehuwa..dll…Mereka meyakini salah satu perintah Tuhan dalam ALKITAB YAHUDI adalah diharamkannya menyebut namaNya secara sembarangan (sumber Wikipedia).

Ulangan 5:7 dan Keluaran 20:7 menyatakan : Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan , sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Tetragrammaton YHWH adalah Nama Tuhan dalam literatur bangsa YAHUDI yang mana susunan huruf ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata (SHEM HA MEFORASH), UNUTTERABLE NAME, INEFFABLE NAME, dan karenanya tidak boleh dibaca atau diucapkan kesempatan yang tidak suci, seperti pembacaan dan doa. Hal inimembuat umat terdahulu membaca nama TUHAN dengan panggilan Adonai (My Lord, Tuanku, Sayyidina). Bentuk tertulis lain seperti dibaca Ha Shem (Sang Nama, The Name, Al-Asma’), digunakan karena alasan yang sama. Tidak boleh tidak mereka menulis nama YHWH kecuali menggantinya dengan ADONAY. Anda bisa melihat bukti bagaimana Shema Yisrael, kata YHWH dibaca oleh kaum Yahudi sebagai ADONAY.(Wikipedia Indonesia)

Dan ini tidak bermasalah ketika kaum YAHUDI menjaga BAHASA IBRANI KUNO sebagai bahasa percakapan mereka sehari-hari. Masalah datang ketika mereka diusir dari bumi Yerusalem pada tahun 70 M oleh Jenderal Titus Panglima Romawi. Kaum Yahudi terusir dari budaya dan kampung halaman. DIASPORA adalah nasib mereka. Menjalani kehidupan sebagai orang asing di antara bangsa-bangsa. Terjadilah mereka tercabut dari akar budaya YAHUDI KUNO. Bahasa dan budaya mereka mengalami akulturasi dengan budaya lain. Bahasa IBRANI mereka menjadi bahasa tulisan bagi mereka. Bahasa yang digunakan pada acara-acara pembacaan TORAH. Bukan bahasa sehari-hari. Maka wajar jika mereka SAMPAI hari ini tak tahu bagaimana mengucapkan HURUF YHWH.

Musibah datang ketika sekelompok  Kristen Eropa  memulai wacana NAMA TUHAN (Sumber Wikipedia). Secara spekulatif dan berani, tanpa ada kekhawatiran dan ketaatan kepada HUKUM TAURAT, mereka mengeja YHWH secara mentah-mentah sebagai JEHOVAH. Mereka menyebut  JEHOVAH sebagai“The proper name of God in the Old Testament”.  Mereka tidak menghiraukan kenyataan adanya prinsip bahasa Ibrani kuno yang disebut QEREL KATIB, yakni MEMBACA TEKS sesuai dengan MAKSUD PENULIS TEKS. Hal ini dilanggar oleh mereka dan melupakan fakta bahwa BAHASA IBRANI KUNO ditulis dengan HURUF GUNDUL tanpa TANDA BACA VOKAL MASORET (Sumber Wikipedia). Entah terjadi secara kebetulan atau ada faktor saling memepengaruhi, tanda baca MASORET muncul pada abad ke 7 s/d 11 (sumber Wikipedia) bersamaan dengan PEMAKAIAN TANDA BACA HAROKAT pada sistem PEMBACAAN ALQUR’AN dunia ISLAM. Maka sangat pasti “Yehova” ,”Yahweh” adalah sebuah vokalisasi tentatif terkaan semata (Sumber Wikipedia) dan bukan sebuah vokalisasi yang di dasarkan pada Qerel Kativ dimana YANG TERBACA dari TEKS adalah HARUS sesuai dengan kehendak YANG MENULIS TEKS. Inilah yang terluput oleh mereka yang memaksakan pembacaan YHWH sebagai YAHWEH dan karena itu timbullah KETIDAK SERAGAMAN dalam membaca huruf ini. Ada yang membaca YHWH sebagai Yehuwa, Yehova, Yehovah, Jehova, atau Jehovah.

Kesimpulannya…

Ada keterputusan RANTAI PENGUCAPAN turun temurun..

Keterputusan SEJARAH IBRANI akibat HILANGNYA JATI DIRI AKIBAT DIASPORA 2000 tahun..

Bahasa Ibrani sehari-hari yang ada digunakan sekarang di Israel adalah hasil dari usulan seorang Nasionalis pada awal abad ke 20, Eliezer ben Yehuda, yang mengusulkan penggunaan bahasa IBRANI SEPHARDIK sebagai bahasa Ibrani Modern..(Sumber klik Wikipedia).Huruf Ibrani hari ini bukanlah Huruf Ibrani 2000 tahun lalu dimana gaya baca yang berbeda…

Solusi??

Maka yang paling baik untuk mengetahui bagaimana Yahudi Kuno dan Nasrani pengikut Yesus mengucapkan kata YHWH adalah dengan merujuk BUDAYA TERDEKAT. Budaya dimana kaum Yahudi dan Nasrani awal banyak ditemukan selain di Bumi Syam..

Budaya apa itu? TIMUR TENGAH..

Sampai tahun 600 an Masehi dalam Tradisi YAHUDI dan KRISTEN TIMUR TENGAH TERCATAT dalam sejarah menyebut nama TUHAN sebagai ALLAH..

Tidak ada perdebatan antara YAHUDI TIMUR TENGAH yakni YAHUDI MIZRAHIM dan KRISTEN TIMUR TENGAH yakni KRISTEN ORTHODOX SYAM / SYRIA dengan NABI kami tentang NAMA TUHAN..

Mereka selalu merujuk nama TUHAN sebagai ALLAH…

YAHUDI dan NASRANI ARAB hanyalah kafir tidak percaya bahwa NABI kami adalah UTUSAN ALLAH

Tidak ada CATATAN HADITS yang menyebutkan YAHUDI dan NASRANI TIMUR TENGAH menolak NABI kami karena tidak menyembah TUHAN BERNAMA YAHWEH…

Nama Yahweh tidak dikenal dalam sejarah YAHUDI ARAB ataupun KRISTEN SYAM TIMUR TENGAH..

Mereka hanya tidak PERCAYA beliau benar-benar utusan ALLAH…

Mereka sama sekali tidak mendebat mempermasalahkan nama Yahweh

Mereka…14 abad yang lalu…tidak menyebut nama TUHAN kecuali ALLAH..

Bagaimana mereka membaca ALLAH seperti kami kaum muslimin melafadzkan nama ALLAH…

Ada kemiripin dengan Pengucapan AHWH..IHWH..YHWH..

Mengeja huruf YHWH menjadi Yahweh adalah…

KESALAHAN manusia MODERN memahami bacaan teks KUNO

KESALAHAN manusia MODERN memahami bahwa TEKS YHWH dibaca YAHWEH

Seperti bangsa kita membaca DAHOELOE BERDJOANG tidak bisa anda baca dengan memakai EJAAN SEKARANG..EYD

Huruf IBRANI adalah HURUF GUNDUL..tanpa Niqqod..Yakni tanpa Harokat..atau Tanda Baca Vokal Vowel..dan..TANPA SPASI.(Sumber Wikipedia)

Jika anda mengetik huruf SMS “bsk jgn lp ktm d rmhk” maka anda bangsa Indonesia akan membacanya “besok jangan lupa ke rumahku”

karena anda telah sehari-hari menggunakan bahasa percakapan BAHASA INDONESIA..

Akan tetapi apa yang terjadi dengan seorang Australia membaca huruf SMS diatas?

Apalagi jika Australi ini hidup 100 tahun dari sekarang..

Apalagi jika HURUF SMS itu TANPA SPASI…”bskjgnlpktmdrmhk”

Apalagi jika di zaman lagi yang sama bangsa Indonesia mempunyai EJAAN YANG LEBIH DISEMPURNAKAN LAGI..berbeda penulisannya dari sekarang..

Teman…Apa yang anda baca sekarang tidak bisa anda bawa gaya pengejaaannya ke zaman sekarang..

Contoh yang agak mirip tentang beda budaya beda tulisan dan pengucapan adalah

Seperti anda yang menamakan seorang yang bernama ARAMI ESHUA..

dibaca ‘Iisa dalamn bahasa ARAB…(Seperti penulisan Moshe untuk pengucapan indonesia Musa)

menjadi Nama Ibrani Yeshua..Ieshua…

menjadi Nama Yunani Iesous…Yesus…(Penambahan akhiran -ous pada budaya Yunani,seperti Yakob menjadi Yakobus..Paul menjadi Paulus.dll)

dan terEropakan menjadi Jesus…(Jerusalem darii Yerusakem,Ierusalayim, Jericho dari Yeriko, Jordania untuk pengucapan Yordania)

Nama yang berbeda untuk menyebut satu orang yang sama…

Bangsa Arab dari dahulu adalah bangsa yang terkenal kuat dalam tradisi lisan dan hafalan..

Tidak ada suatu informasi yang datang baik berupa kabar maupun syair kecuali mereka dengar dan mereka hafalkan..

Bisa di pahami karena kebanyakan bangsa ARAB Kuno tidak banyak memahami budaya BACA TULIS..

Sebagai pengganti informasi turun temurun maka TEKS tidak menduduki tempat utama dalam Kehidupan Gurun mereka…Sumber Situs Sejarah

Dus….

Kesimpulannya…

Insya ALLAH…

Bacalah TETRAGRAMMATON YHWH dengan pengucapan ALLAH sebagaimana NASRANI TIMUR TENGAH dan YAHUDI TIMUR TENGAH membaca susunanhuruf YHWH..

Wallahu a’lam bish shawab..

Iklan

15 Komentar

  1. pemaparan yg sangat bagus.. menunggu tanggapan selanjutnya tentang tuduhan umat2 kristen bahwa Allah yg disembah umat islam bukan Allah nya bani israel

  2. Kami kaum Kristen bukanlah percaya kepada Tuhan yaitu ALLAH SWT. kami percaya kepada ALLAH ABRAHAM ISHAK dan YAKUB. Nama YHWH adalah sebuah nama yang tidak dapat disebut dikarenakan pada saat itu belum ada bahasa IBRANI, yang telah anda ucapkan bahwa itu adalah bahasa IBRANI KUNO, itu adalah salah. Pada waktu itu YHWH dinyatakan melalui MUSA, dan MUSA tidak berbahasa IBRANI, tetapi ARAM. Bahasa ARAM lebih tua daripada bahasa IBRANI. Sedangkan IBRANI sendiri diambil dari kata HEBER.

    YHWH disebutkan hanya pada saat IMAM BESAR di dalam RUANG MAHA KUDUS di BAIT ALLAH. Di LUAR itu, mereka hanya membaca dengan kata.” HASHEM” dan bila mereka menyebutkan ADONAI dan ELOHIM adalah pada saat pembacaan biasa dan tidak dianjurkan untuk menyatakan HASHEM sekalipun. ANDA PERLU BELAJAR DARI YAHUDI tentang ini.

    YANG PERLU dipertanyakan adalah mengapa anda sendiri tidak dapat menjelaskan duduk perkara YHWH itu menjadi ALLAH. dan ingat tidak ada vokal dalam ibrani, bahkan hingga sekarangpun tetap tidak ada, selain penekanan kata dengan YSHWH menjadi YOSUA dan YESHUA.

    Tidak ada satupun bukti yang anda paparkan bahwa YHWH selalu dibarengi dengan ALLAH ABRAHAM, ISHAK dan YAKUB, ALLAH ISRAEL. Yang jelas para kristen di arab sekalipun menyetujui pemakaiannya dengan mengganti dari ELOHIM menjad ALLAH, yang jelas sebelum ISLAM berdiri sudah dipakai.

  3. Bagimu saja pemahamanmu itu, biarlah itu membangun imanmu kepada “kebenaran”mu. Nama YHWH akan dimuliakan melampaui allah-allah buatan manusia. Kalau kamu tahu betapa Agung dan mulianya Tuhan YHWH, tentulah kamu akan mencari kebenaran tentang namanya? bukan sekedar mereka-reka tapi benar-benar meneliti kebenaran.

    • Kami memanggilNya dengan apa yang Dia ajarkan kepada kami…

    • Kami memanggilNya dengan apa yang Dia ajarkan kepada kami…

  4. ???

  5. 18:18-27 = Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
    (Mat 19:16-26; Mr 10:17-27)

    Terjemahan Baru
    (18) Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
    (19) Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

    Bahasa Indonesia Sehari Hari
    (18) Seorang pemimpin Yahudi bertanya kepada Yesus, “Pak Guru yang baik, saya harus berbuat apa supaya dapat menerima hidup sejati dan kekal?”
    (19) “Mengapa kaukatakan Aku baik?” tanya Yesus kepadanya. “Tidak ada yang baik, selain Allah sendiri.

    English [Amplified]
    (18) And a certain ruler asked Him, Good Teacher [You who are essentially and perfectly morally good], what shall I do to inherit eternal life [to partake of eternal salvation in the Messiah’s kingdom]?
    (19) Jesus said to him, Why do you call Me [ essentially and perfectly morally] good? No one is [ essentially and perfectly morally] good–except God only.

    sumber: http://alkitab.otak.info/index.php?hal=lihatPasal&injil=42&pasal=18&ayat=9#9

    yesus mengaku tidak baik (bisa bikin dosa)
    tuhan baik
    absolut yesus bukan tuhan!!!
    wassalam

    • Siapa bilang di ayat itu Yesus mengaku tidak baik? Kemal, anda salah kaprah. Yesus diayat itu mengartikan bahwa apa yang diperbuatnya, yang baik, sumbernya dari Allah Yhwh. Jadi segala pujian dan hormat harus ditujukan ke pada Bapak surgawinya.

      Oya untuk jalan, saya ingin beritahu bahwa Nama Yhwh tidak akan digantikan oleh nama allah lain. Menurut kamus Allah seperti halnya Tuhan adalah gelar, bukan nama pribadi. Jadi seharusnya anda mencaritahu bagaimana dahulu pengucapan YHWH.

      Sebenarnya Nama Jehovah, atau Yehuwa (Bhs Indonesia) sudah sangat mendekati dari pengucapan terdahulu. Dan arti nama Yehuwa adalah “Ia Yang Menjadi”. Memaksudkan Ia akan menjadi apapun untuk melaksanakan maksud tujuannya. Hal itu juga berarti bahwa Ia adalah pribadi yang menjadikan segala sesuatu.

      Semoga bermanfaat.

      Salam.

      • btw gimana sih ngucapin YHWH itu?

      • “….Siapa bilang di ayat itu Yesus mengaku tidak baik? Kemal, anda salah kaprah……” Coba Salam baca yg pelan-pelan ayat Gospel tsb baik yg berbahasa Indonesia maupun yg Inggris bilangnya apa? Salam bisanya cuma mengekspresikan catatan “Pak Guru”
        “….Sebenarnya Nama Jehovah, atau Yehuwa (Bhs Indonesia) sudah sangat mendekati dari pengucapan terdahulu. ….” Pernyataan anda ini sumbernya dari mana?

  6. ALLAH dong bacanya…aq percaya ama ALLAH nya nuh,ibrahim,musa,isa,dan pemimmpinku muhammad…jdi ktimbang aq mati pakek jas tapi masuk NERAKA lebih baik aq mati dgn kafan tapi masuk SURGA… hehehe… 🙂

  7. Kalau ke aslian dokumen islam menang

  8. Kami, Saksi-Saksi Yehuwa [bahasa Inggrisnya ; Jehovah’s Witnesses],menanggapi artikel anda.

    Takhayul menyembunyikan nama itu.

    Pada suatu ketika di kalangan orang Yahudi muncul suatu gagasan yang dipengaruhi oleh takhayul bahwa adalah salah untuk mengucapkan nama ilahi (yang ditulis dengan Tetragramaton, YHWH). Apa persisnya dasar yang mula-mula diberikan untuk menghentikan penggunaan nama itu tidak diketahui secara pasti. Ada yang berpendapat bahwa nama itu dianggap terlalu suci untuk disebutkan oleh bibir yang tidak sempurna. Namun, Kitab-Kitab Ibrani sendiri tidak memberikan bukti adanya hamba sejati Allah yang merasa ragu-ragu untuk mengucapkan nama-Nya. Dokumen-dokumen Ibrani di luar Alkitab, misalnya yang disebut Surat-Surat Lakhis, memperlihatkan bahwa nama itu digunakan dalam surat-menyurat biasa di Palestina pada akhir abad ketujuh SM.

    Yang lain berpendapat bahwa nama itu tidak boleh diucapkan agar orang-orang non-Yahudi tidak mengetahuinya dan mungkin menyalahgunakannya. Akan tetapi, Yehuwa sendiri berfirman bahwa Ia akan ’membuat nama-Nya dinyatakan di seluruh bumi’ (Kel 9:16; bdk. 1Taw 16:23, 24; Mz 113:3; Mal 1:11, 14), agar dikenal bahkan oleh lawan-lawan-Nya. (Yes 64:2) Nama itu malah diketahui dan digunakan oleh bangsa-bangsa kafir pada masa pra-Tarikh Masehi maupun pada abad-abad awal Tarikh Masehi. (The Jewish Encyclopedia, 1976, Jil. XII, hlm. 119) Yang lain lagi menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi nama itu agar tidak digunakan dalam upacara yang bersifat gaib. Jika demikian, hal itu merupakan penalaran yang dangkal, sebab jelas sekali bahwa semakin misterius nama itu karena tidak digunakan, semakin cocok nama itu bagi orang-orang yang mempraktekkan ilmu gaib.

    Kapan takhayul itu mulai berakar?

    Sama seperti tidak pastinya berbagai alasan yang mula-mula diajukan untuk tidak lagi menggunakan nama ilahi, demikian pula terdapat banyak ketidakpastian mengenai kapan pandangan yang dipengaruhi takhayul itu mulai benar-benar berakar. Ada yang menyatakan bahwa takhayul itu muncul setelah pembuangan di Babilon (607-537 SM). Akan tetapi, teori itu didasarkan atas sangkaan bahwa para penulis Kitab-Kitab Ibrani yang belakangan kurang menggunakan nama ilahi, suatu pandangan yang tidak akan bertahan jika diuji. Contohnya, Maleakhi tampaknya adalah salah satu buku dalam Kitab-Kitab Ibrani yang terakhir ditulis (pada paruh kedua abad kelima SM), dan buku itu sangat menonjolkan nama YHWH.

    Menurut perkiraan banyak karya referensi, nama itu tidak lagi digunakan sekitar tahun 300 SM. Yang konon menjadi petunjuk untuk tahun itu adalah tidak adanya Tetragramaton (atau transliterasinya) dalam Kitab-Kitab Ibrani terjemahan Septuaginta Yunani, yang mulai dibuat sekitar tahun 280 SM. Memang, di dalam manuskrip-manuskrip terlengkap Septuaginta yang dikenal dewasa ini, Tetragramaton secara konsisten telah diganti dengan kata Yunani Kyʹri•os (Tuan) atau The•osʹ (Allah), mengikuti kebiasaan yang sudah terbentuk. Tetapi manuskrip-manuskrip yang lebih lengkap itu berasal dari abad keempat dan kelima M. Salinan-salinan yang lebih kuno, meskipun tidak lengkap, telah ditemukan dan terbukti bahwa salinan-salinan Septuaginta yang paling awal memang memuat nama YHWH.

    Salah satunya ialah fragmen-fragmen gulungan papirus yang memuat sebagian buku Ulangan, yang terdaftar sebagai Inventaris P. Fouad No. 266. Papirus itu memuat Tetragramaton, yang ditulis dengan huruf-huruf Ibrani persegi, di semua ayat yang berisi keempat huruf itu dalam teks Ibrani yang diterjemahkan. Menurut para pakar, papirus itu berasal dari abad pertama SM, yang berarti ditulis empat atau lima abad lebih awal daripada manuskrip-manuskrip yang disebutkan sebelumnya.

    Kapan orang Yahudi secara umum tidak lagi mengucapkan nama pribadi dari Allah, yaitu YHWH?

    Jadi, setidaknya dalam bentuk tertulis, tidak ada bukti kuat bahwa nama YHWH hilang atau tidak digunakan selama masa SM. Pada abad pertama M, muncul untuk pertama kalinya suatu bukti adanya sikap yang dipengaruhi takhayul terhadap nama itu. Yosefus, seorang sejarawan Yahudi dari keluarga imam, sewaktu menceritakan kembali bagaimana Allah menyingkapkan diri-Nya kepada Musa di semak yang bernyala, mengatakan, ”Lalu Allah menyingkapkan kepadanya nama-Nya, yang sebelumnya tidak pernah didengar oleh telinga manusia, dan yang tidak boleh saya ucapkan.” (Jewish Antiquities, II, 276 [xii, 4]) Akan tetapi, selain tidak akurat sehubungan dengan diketahuinya nama YHWH sebelum Musa, pernyataan Yosefus itu samar-samar dan tidak jelas menyingkapkan bagaimana persisnya sikap umum berkenaan dengan pengucapan atau penggunaan nama YHWH pada abad pertama.

    Misnah Yahudi, yakni kumpulan ajaran dan tradisi para rabi, agak lebih eksplisit. Misnah konon disusun oleh seorang rabi yang dikenal sebagai Yehuda, sang Pembesar, yang hidup pada abad kedua dan ketiga M. Beberapa bagian Misnah dengan jelas menceritakan keadaan sebelum pembinasaan Yerusalem dan baitnya pada tahun 70 M. Akan tetapi, seorang pakar mengatakan mengenai Misnah, ”Luar biasa sulit untuk menentukan nilai sejarah apa yang harus dikaitkan dengan tradisi yang dicatat dalam Misnah. Tenggang waktu yang bisa jadi telah mengaburkan atau menyimpangkan ingatan tentang masa-masa yang begitu berbeda; pergolakan, perubahan, dan kekacauan politik akibat dua pemberontakan serta dua penaklukan oleh orang Romawi; standar-standar yang dijunjung golongan Farisi (yang pandangan-pandangannya dicatat dalam Misnah) yang berbeda dengan yang dianut golongan Saduki . . .—inilah faktor-faktor yang benar-benar perlu dipertimbangkan sewaktu menilai sifat pernyataan-pernyataan dalam Misnah. Selain itu, banyak dari isi Misnah semata-mata adalah bahan perdebatan akademis, dengan (demikianlah tampaknya) sedikit pretensi bahwa yang dicatat adalah kebiasaan dalam sejarah.” (The Mishnah, diterjemahkan oleh H. Danby, London, 1954, hlm. xiv, xv) Beberapa tradisi dalam Misnah sehubungan dengan pengucapan nama YHWH adalah sebagai berikut:

    Mengenai Hari Pendamaian tahunan, Misnah terjemahan Danby menyatakan, ”Dan pada waktu para imam dan umat yang berdiri di Halaman Bait mendengar Nama itu keluar dari mulut sang Imam Besar, mereka biasanya berlutut dan sujud dengan muka sampai ke tanah serta berkata, ’Diagungkanlah nama kemuliaan kerajaan-Nya sampai selama-lamanya!’” (Yoma 6:2) Tentang puji-pujian yang diucapkan para imam setiap hari, Sotah 7:6 mengatakan, ”Di Bait mereka mengucapkan Nama itu sebagaimana ada tertulis, tetapi di provinsi-provinsi mereka menggunakan kata pengganti.” Sanhedrin 7:5 menyatakan bahwa seorang penghujah tidak dianggap bersalah ’kecuali ia mengucapkan Nama itu’, dan bahwa dalam pengadilan untuk kasus tuduhan hujah, sebuah nama pengganti digunakan hingga semua bukti diperiksa; kemudian saksi utama secara pribadi diminta untuk ’mengatakan secara terbuka apa yang telah ia dengar’, mungkin menggunakan nama ilahi. Sanhedrin 10:1, ketika menyebutkan tentang orang-orang ”yang tidak mendapat bagian dalam dunia mendatang”, menyatakan, ”Abba Saul mengatakan: Juga ia yang mengucapkan Nama itu dengan huruf-hurufnya yang benar.” Namun, selain pandangan-pandangan negatif tersebut, di bagian pertama Misnah ada juga perintah positif bahwa ”seorang pria harus menyapa sesamanya dengan [menggunakan] Nama [YHWH]”, lalu contoh Boaz (Rut 2:4) dikutip.—Berakhot 9:5.

    Jika dilihat sebagaimana adanya, pandangan turun-temurun ini bisa jadi menyingkapkan adanya kecenderungan yang dipengaruhi takhayul untuk menghindari penggunaan nama YHWH beberapa waktu sebelum bait di Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 M. Itu pun, terutama para imamlah yang secara eksplisit disebutkan telah menggunakan nama lain sebagai pengganti nama YHWH, dan hal itu hanya dilakukan di provinsi-provinsi. Selanjutnya, sebagaimana telah kita lihat, nilai sejarah dari tradisi dalam Misnah patut dipertanyakan.

    Oleh karena itu, tidak ada dasar aktual untuk menyatakan bahwa pandangan yang dipengaruhi takhayul itu, yang menuntut agar nama YHWH tidak digunakan lagi, mulai berkembang sebelum abad pertama dan kedua M. Akan tetapi, akhirnya memang sewaktu membaca Kitab-Kitab Ibrani dalam bahasa asli, seorang Yahudi akan menggunakan ʼAdho•naiʹ (Tuan Yang Berdaulat) atau ʼElo•himʹ (Allah) dan tidak mengucapkan nama YHWH yang ditulis dengan Tetragramaton. Hal ini terlihat dari fakta bahwa pada waktu penanda bunyi vokal mulai digunakan pada paruh kedua milenium pertama M, para penyalin Yahudi menyisipkan ke dalam Tetragramaton penanda bunyi vokal untuk ʼAdho•naiʹ ataupun ʼElo•himʹ, agaknya untuk memperingatkan pembaca agar menyebutkan kata-kata itu sebagai ganti nama ilahi. Jika pembaca menggunakan salinan Kitab-Kitab Ibrani terjemahan Septuaginta Yunani yang dibuat belakangan[pada abad ke 3 M.], ia tentunya mendapati bahwa semua Tetragramaton, YHWH telah diganti dengan Kyʹri•os dan The•osʹ.

    Terjemahan-terjemahan ke dalam bahasa lain, misalnya Vulgata Latin, mengikuti contoh salinan-salinan Septuaginta Yunani yang dibuat belakangan tersebut. Alkitab bahasa Indonesia Terjemahan Baru tidak memuat nama YHWH namun menggunakan TUHAN atau ALLAH (dengan huruf kapital besar dan kecil) untuk Tetragramaton dalam Kitab-Kitab Ibrani; Terjemahan Lama Indonesia menggunakan ”Yehuwa” satu kali dan bentuk singkatan ”Hua” dalam beberapa ayat.

    Bagaimana pelafalan yang benar untuk nama YHWH?

    Pada paruh kedua milenium pertama M, para pakar Yahudi memperkenalkan suatu sistem penandaan untuk huruf-huruf vokal yang tidak ada dalam teks konsonantal Ibrani. Sehubungan dengan nama YHWH, mereka tidak menyisipkan penanda bunyi vokal yang benar untuk nama itu, tetapi malah menaruh penanda bunyi vokal yang lain untuk mengingatkan pembaca agar menyebutkan ʼAdho•naiʹ (artinya ”Tuan Yang Berdaulat”) atau ʼElo•himʹ (artinya ”Allah”).

    Kodeks Leningrad B 19A, dari abad ke-11 M membubuhkan penanda bunyi vokal pada Tetragramaton agar dibaca Yehwahʹ, Yehwihʹ, dan Yeho•wahʹ. Teks Masoret versi Ginsburg membubuhkan penanda bunyi vokal pada nama ilahi agar berbunyi Yeho•wahʹ. (Kej 3:14, Rbi8, ctk.) Para pakar bahasa Ibrani biasanya lebih memilih ”Yahweh” sebagai pelafalan yang paling mendekati aslinya. Mereka menunjukkan bahwa kependekan nama itu adalah Yah, misalnya di Mazmur 89:8 dan dalam ungkapan Ha•lelu-Yahʹ (artinya ”Pujilah Yah, hai, kamu sekalian!”). (Mz 104:35; 150:1, 6) Selain itu, bentuk-bentuk seperti Yehohʹ, Yoh, Yah, dan Yaʹhu, yang terdapat dalam ejaan Ibrani untuk nama-nama Yehosyafat, Yosyafat, Syefatia, serta nama-nama lain, semuanya dapat berasal dari Yahweh. Transliterasi Yunani untuk nama itu oleh para penulis Kristen masa awal mengarah kepada hal serupa; mereka menggunakan ejaan seperti I•a•beʹ dan I•a•ou•eʹ, yang, apabila dilafalkan dalam bahasa Yunani, mirip dengan Yahweh. Namun, sama sekali tidak ada kesepakatan tentang masalah ini di kalangan para pakar, ada yang lebih menyukai pelafalan lain lagi, misalnya ”Yahuwa”, ”Yahuah”, atau ”Yehuah”.

    Karena kini kita tidak dapat memastikan pelafalan nama itu, tampaknya tidak ada alasan untuk meninggalkan bentuk yang sudah terkenal dalam bahasa Indonesia, yaitu ”Yehuwa”, dan menggantinya dengan pelafalan lain yang diusulkan. Jika perubahan demikian dilakukan, agar konsisten, perubahan juga harus dilakukan terhadap ejaan dan pelafalan banyak sekali nama lain dalam Alkitab: Yeremia harus diubah menjadi Yir•meyahʹ, Yesaya menjadi Yesyaʽ•yaʹhu, dan Yesus entah menjadi Yehoh•syuʹaʽ (seperti dalam bhs. Ibrani) atau I•e•sousʹ (seperti dalam bhs. Yunani). Kata-kata bertujuan untuk menyampaikan gagasan; dalam bahasa Indonesia nama Yehuwa mengidentifikasi Allah yang benar, menyampaikan gagasan tersebut dengan lebih tandas dewasa ini dibandingkan dengan variasi lain yang diusulkan.

    Pentingnya Nama Itu.

    Banyak pakar dan penerjemah Alkitab zaman modern mendukung kebiasaan turun-temurun untuk menyingkirkan nama YHWH yang khas. Mereka tidak saja menyatakan bahwa haluan itu dapat dibenarkan karena pelafalannya yang tepat tidak dapat dipastikan, tetapi juga berpendapat bahwa keunggulan dan keunikan Allah yang benar membuat-Nya tidak perlu memiliki nama khusus. Pandangan demikian tidak mendapat dukungan dari Tulisan-Tulisan Kudus yang terilham, baik yang berasal dari zaman pra-Kristen ataupun dari Kitab-Kitab Yunani Kristen.

    Tetragramaton muncul 6.828 kali dalam teks Ibrani yang tercetak dalam Biblia Hebraica dan Biblia Hebraica Stuttgartensia. Kitab-Kitab Ibrani Terjemahan Dunia Baru memuat nama YHWH sebanyak 7.216 kali. kali, karena para penerjemah mempertimbangkan, antara lain, fakta bahwa di beberapa tempat para penulis telah mengganti nama YHWH dengan ʼAdho•naiʹ atau ʼElo•himʹ. Seringnya nama itu muncul membuktikan bahwa sang Pengarang Alkitab menganggap penting nama yang Ia sandang. Jumlahnya di seluruh Alkitab jauh melebihi jumlah gelar-gelar-Nya yang lain, seperti ”TUHAN” atau ”ALLAH”.

    Patut diperhatikan juga bahwa dalam Kitab-Kitab Ibrani dan di antara bangsa-bangsa Semitik, nama dianggap sangat penting. Profesor G. T. Manley menyatakan, ”Penelitian atas kata ’nama’ dalam P[erjanjian] L[ama] menyingkapkan betapa pentingnya nama dalam bahasa Ibrani. Nama bukan sekadar sebutan, melainkan menyatakan kepribadian yang sebenarnya dari si pemilik nama itu. . . . Apabila seseorang menaruh ’namanya’ pada suatu benda atau orang lain, yang disebutkan belakangan itu pun akan berada di bawah pengaruh serta perlindungannya.”—New Bible Dictionary, diedit oleh J. D. Douglas, 1985, hlm. 430; bdk. Everyman’s Talmud, karya A. Cohen, 1949, hlm. 24; Kej 27:36; 1Sam 25:25; Mz 20:1; Ams 22:1

  9. YAHUWAH
    Nama YaHuWaH bentuk kausatif imperfek dari kata kerja Ibr., ha•wahʹ (menjadi); artinya ”Ia Menyebabkan Menjadi”.

    Nama pribadi dari Allah/a proper name of The God. (Yes 42:8; 54:5) Meskipun dalam Alkitab Allah disebut dengan berbagai gelar deskriptif, misalnya ”Allah”, ”Tuan Yang Berdaulat”, ”Pencipta”, ”Bapak”, ”Yang Mahakuasa”, dan ”Yang Mahatinggi”, kepribadian serta sifat-sifat-Nya—siapa dan apa sebenarnya Dia—sepenuhnya terangkum dan dinyatakan dalam nama pribadi ini saja.—Mz 83:18 atau 19 terjemahan lain.

    Pelafalan yang Benar untuk Nama YHWH.

    ”Yehuwah” adalah pelafalan nama ilahi yang paling banyak dikenal dalam bahasa Indonesia, meskipun ”Yahweh” lebih disukai oleh kebanyakan pakar bahasa Ibrani. Dalam manuskrip-manuskrip Ibrani tertua, nama itu ditulis dengan empat konsonan, yang umumnya disebut Tetragramaton (dari kata Yunani te•tra-, artinya ”empat”, dan gramʹma, ”huruf”). Keempat huruf itu (ditulis dari kanan ke kiri) adalah יהוה dan transliterasinya dalam bahasa Indonesia adalah YHWH.

    Jadi, kita mengetahui huruf-huruf konsonan Ibrani nama itu. Namun pertanyaannya: Huruf-huruf vokal apa yang harus dipadukan dengan huruf-huruf konsonan itu? Penanda bunyi vokal baru digunakan dalam bahasa Ibrani pada paruh kedua milenium pertama M.
    Lagi pula, oleh karena adanya takhayul keagamaan yang muncul beberapa abad sebelumnya, penanda bunyi vokal yang terdapat dalam manuskrip-manuskrip Ibrani tidak dapat dijadikan petunjuk untuk menentukan huruf-huruf vokal apa yang seharusnya tertera dalam nama YHWH.

    Takhayul menyembunyikan nama itu.

    Pada suatu ketika di kalangan orang Yahudi muncul suatu gagasan yang dipengaruhi oleh takhayul bahwa adalah salah untuk mengucapkan nama YHWH. (yang ditulis dengan Tetragramaton). Apa persisnya dasar yang mula-mula diberikan untuk menghentikan penggunaan nama itu tidak diketahui secara pasti. Ada yang berpendapat bahwa nama itu dianggap terlalu suci untuk disebutkan oleh bibir yang tidak sempurna. Namun, Kitab-Kitab Ibrani sendiri tidak memberikan bukti adanya hamba sejati Allah yang merasa ragu-ragu untuk mengucapkan nama-Nya. Dokumen-dokumen Ibrani di luar Alkitab, misalnya yang disebut Surat-Surat Lakhis, memperlihatkan bahwa nama itu digunakan dalam surat-menyurat biasa di Palestina pada akhir abad ketujuh SM.

    Yang lain berpendapat bahwa nama itu tidak boleh diucapkan agar orang-orang non-Yahudi tidak mengetahuinya dan mungkin menyalahgunakannya. Akan tetapi, YaHuWaH sendiri berfirman bahwa Ia akan ’membuat nama-Nya dinyatakan di seluruh bumi’ (Kel 9:16; bdk. 1Taw 16:23, 24; Mz 113:3; Mal 1:11, 14), agar dikenal bahkan oleh lawan-lawan-Nya. (Yes 64:2) Nama itu malah diketahui dan digunakan oleh bangsa-bangsa kafir pada masa pra-Tarikh Masehi maupun pada abad-abad awal Tarikh Masehi. (The Jewish Encyclopedia, 1976, Jil. XII, hlm. 119) Yang lain lagi menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk melindungi nama itu agar tidak digunakan dalam upacara yang bersifat gaib. Jika demikian, hal itu merupakan penalaran yang dangkal, sebab jelas sekali bahwa semakin misterius nama itu karena tidak digunakan, semakin cocok nama itu bagi orang-orang yang mempraktekkan ilmu gaib.

    Nama YHWH—Penggunaan dan Artinya

    DALAM Alkitab Anda, bagaimana bunyi Mazmur 83:18 (ayat 19, Terjemahan Baru)? Dalam Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru, ayat ini berbunyi, ”Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” Dalam sejumlah terjemahan Alkitab lain, kata-katanya mirip. Tetapi, banyak terjemahan menghilangkan nama Yehuwa dan menggantinya dengan gelar-gelar seperti ” TUHAN” dan “ALLAH” [semua ditulis dengan huruf capital]. Apa yang seharusnya dicantumkan dalam ayat ini? Gelar atau nama YaHuWaH?

    Ayat ini menyebutkan sebuah nama. Dalam bahasa Ibrani, bahasa asli yang digunakan untuk menulis sebagian besar Alkitab, ayat itu memuat sebuah nama pribadi yang unik, yang ditulis dengan huruf-huruf Ibrani, yaitu יהוה (YHWH). Dalam bahasa Indonesia, nama itu umumnya diterjemahkan sebagai ”Yehuwa”. Apakah nama itu muncul di satu ayat saja? Tidak. Dalam teks asli Kitab-Kitab Ibrani, nama itu muncul hampir 7.000 kali!

    Seberapa pentingkah nama YHWH? Perhatikan contoh doa yang Yesus Kristus berikan. Doa itu dimulai dengan, ”Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan.” (Matius 6:9) Belakangan, Yesus berdoa kepada Allah, ”Bapak, muliakanlah namamu.” Sebagai tanggapan, Allah berbicara dari surga dengan mengatakan, ”Aku telah memuliakannya dan akan memuliakannya lagi.” (Yohanes 12:28) Jelaslah, nama YaHuWaH sangat penting. Maka, mengapa beberapa penerjemah Alkitab menghilangkan nama itu dan menggantinya dengan gelar-gelar?
    Tampaknya, ada dua alasan utama. Pertama, banyak orang menyatakan bahwa nama itu tidak boleh digunakan karena pengucapan aslinya tidak diketahui lagi sekarang. Bahasa Ibrani kuno ditulis tanpa huruf hidup. Karena itu, dewasa ini tidak seorang pun dapat mengatakan dengan pasti bagaimana persisnya orang pada zaman Alkitab mengucapkan YHWH. Tetapi, apakah dengan demikian kita tidak boleh menggunakan nama YaHuWaH? Pada zaman Alkitab, nama Yesus bisa jadi diucapkan Yesyua atau mungkin Yehosyua—tidak ada yang dapat memastikannya. Namun, orang-orang di seluruh dunia dewasa ini menggunakan berbagai bentuk nama Yesus, dengan pelafalan yang umum dalam bahasa mereka. Mereka tidak ragu-ragu menggunakan nama itu hanya karena mereka tidak tahu pengucapannya pada abad pertama. Demikian pula, jika Anda berada di luar negeri, bisa jadi nama Anda sendiri terdengar lain dalam bahasa setempat. Jadi, ketidakpastian tentang pengucapan nama YHWH pada zaman dahulu bukan alasan untuk tidak menggunakannya.

    Alasan kedua yang sering dikemukakan tentang penghilangan nama YHWH dari Alkitab ada hubungannya dengan tradisi lama orang Yahudi. Banyak yang berpendapat bahwa nama YaHuWaH sama sekali tidak boleh diucapkan. Keyakinan ini tampaknya muncul karena mereka salah menerapkan hukum [Taurat] Alkitab yang berbunyi, ”Jangan menggunakan nama YaHuWaH, Allahmu, dengan cara yang tidak hormat, sebab YaHuWaH tidak akan membebaskan dari hukuman orang yang menggunakan namanya dengan cara yang tidak hormat.”—Keluaran 20:7.

    Hukum[Taurat] itu melarangkan penyalahgunaan nama YHWH. Namun, apakah penggunaan nama-Nya secara terhormat juga dilarang? Sama sekali tidak. Semua penulis Alkitab Ibrani (”Perjanjian Lama”) adalah pria-pria beriman yang hidup menurut Hukum [Taurat]Allah bagi orang Israel zaman dahulu. Tetapi, mereka sering menggunakan nama YHWH. Contohnya, mereka mencantumkan nama itu dalam banyak mazmur yang dinyanyikan dengan suara keras oleh umat yang beribadat. AllahYaHuWaH bahkan memerintahkan para penyembah-Nya untuk berseru kepada nama-Nya, dan orang-orang yang setia menaatinya. (Yoel 2:32; Kisah 2:21) Jadi, orang Kristen dewasa ini tidak ragu-ragu menggunakan nama YHWH dengan penuh respek, seperti yang tentunya Yesus lakukan.—Yohanes 17:26.

    Dengan mengganti nama YaHuWaH dengan gelar-gelar, seperti ‘TUHAN’ dan ‘ALLAH’[semua ditulis dengan huruf capital] para penerjemah Alkitab membuat kesalahan yang serius. Mereka membuat Allah tampak jauh dan abstrak, padahal Alkitab mendesak umat manusia untuk memupuk ”keakraban dengan Yehuwa”. (Mazmur 25:14) Coba pikir hubungan Anda dengan sahabat karib Anda. Dapatkah Anda merasa akrab dengannya kalau Anda tidak pernah tahu namanya? Demikian pula, apabila orang tidak pernah diberi tahu nama dari Allah, yaitu YaHuWaH, bagaimana mereka bisa benar-benar dekat dengan Allah? Selanjutnya, apabila orang tidak menggunakan nama YaHuWaH, mereka juga tidak tahu artinya yang menakjubkan. Apa arti nama YHWH?

    Allah sendiri menjelaskan arti nama-Nya kepada hamba-Nya yang setia, Musa. Ketika Musa menanyakan nama Allah, YaHuWaH menjawab, ”Aku akan menjadi apa pun yang Aku inginkan.” (Keluaran 3:14) Jadi, YaHuWaHdapat menjadi apa pun yang dibutuhkan untuk memenuhi maksud-tujuan-Nya.

    Seandainya Anda dapat menjadi apa pun yang Anda inginkan, apa yang akan Anda lakukan bagi teman-teman Anda? Jika salah seorang dari mereka sakit parah, Anda dapat menjadi dokter yang ahli dan menyembuhkan dia. Jika teman yang lain bangkrut, Anda dapat menjadi dermawan yang kaya dan menolongnya. Namun, faktanya, kemampuan Anda dan kita semua terbatas. Seraya Anda terus belajar Alkitab, Anda akan merasa takjub melihat bagaimana YaHuWaH menjadi apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan janji-janji-Nya. Dan, Ia senang menggunakan kuasa-Nya demi orang-orang yang mengasihi-Nya. (2 Tawarikh 16:9) Segi-segi yang indah dari kepribadian Yehuwa ini tidak terlihat oleh orang-orang yang tidak mengetahui nama-Nya.

    Jelaslah, nama YaHuWaHharus dicantumkan dalam Alkitab. Mengetahui artinya dan menggunakannya dengan leluasa dalam ibadat kita merupakan bantuan yang ampuh untuk semakin mendekat kepada Bapak surgawi kita, YaHuWaH.

  10. Persoalan tentang, menyembah Allah atau ilah yang sama dengan Nabi Ibrahim,Israel,Musa,Daud, Yesus, itu tidak menjamin seseorang diperkenan oleh Allah yang benar yang bernama YaHuWaH.

    Orang Yahudi pada zaman Yesus pun , mengaku menyembah Allah atau Ilah yang sama disembah oleh nenek moyangnya, yaitu YHWH, apakah ibadat mereka diterima?

    ”Yesus mengatakan kepada mereka, ”Jika Allah adalah Bapakmu, kamu akan mengasihi aku, karena dari Allah aku datang dan berada di sini. Aku pun tidak datang atas prakarsaku sendiri, tetapi Pribadi itulah yang telah mengutus aku. 43 Mengapa kamu tidak mengerti apa yang aku katakan? Karena kamu tidak dapat mendengarkan perkataanku. 44 Kamu berasal dari bapakmu, si Iblis, dan kamu ingin melakukan hasrat bapakmu. Dia adalah pembunuh manusia sejak semula, dan dia tidak berdiri kukuh dalam kebenaran, karena kebenaran tidak ada dalam dirinya. Apabila dia berkata dusta, dia berkata menurut wataknya sendiri, karena dia adalah pendusta dan bapak dusta.” Yohanes 8:42-44

    Ibadat mereka ditolak, perkenan Allah beralih ke Jemaat para pengikut Yesus yang berada di Yerusalem pada hari ke 50 [Pentacost] 33 M. dengan tanda, menerima roh kudus, penolong yang dijanjikan oleh Yesus pada hari itu Kisah pasal 2.

    Ibadat Yahudi dihancurkan pada 70 M, berserta baitnya oleh Romawi dipimpin oleh Jendral Titus, seperti yang Yesus nubuatkan di Injil

    ▪ Nubuat: Luk. 19:41-44; 21:20, 21: ”Ia [Yesus Kristus] memandang kota itu [Yerusalem] dan menangisinya, katanya, . . . ’Masanya akan datang ke atasmu sewaktu musuh-musuhmu akan membangun di sekelilingmu sebuah pertahanan dengan kayu-kayu runcing, lalu mengepung engkau dan membuat engkau menderita dari setiap sisi, dan mereka akan menghempaskan engkau serta anak-anakmu yang ada padamu ke tanah, dan mereka tidak akan meninggalkan sebuah batu di atas batu yang lain padamu, karena engkau tidak menyadari waktunya, bilamana engkau diperiksa.’” Dua hari kemudian, ia menasihati murid-muridnya, ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh bala tentara yang berkemah, kemudian ketahuilah bahwa penghancuran atasnya sudah dekat. Kemudian hendaklah orang-orang yang di Yudea mulai melarikan diri ke pegunungan, dan hendaklah orang-orang yang berada di tengah-tengah kota itu mengundurkan diri.” (Nubuat ini diucapkan oleh Yesus Kristus pada tahun 33 M.)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s