Benarkah umat Islam menyembah Kabah berhala batu dan Hajar Aswad berhala batu?

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala Pujian hanya untukNya dan Sholawat serta salam tercurah bagi Muhammad, Nabi yang dijanjikan dalam Taurat dan Injil.

Amma ba’du, adapun setelah ucapan kalimat pembuka  

ISLAM mengajarkan pemeluknya menyembah ALLAH Pencipta Langit dan Bumi. Bagi seorang muslim, ALLAH satu-satunya tempat ditujukannya sebuah doa dan harapan. Kepada ALLAH-lah satu-satunya seorang muslim mengabdi menghamba dan tidak kepada selainNya karena itu seorang muslim menyukai nama-nama “Abdullah” yang berarti “Hamba Allah”,Abdi Allah“. “Budak Allah”

Ketika ALLAH memerintahkan kaum muslimin untuk berdoa harian sebanyak sekian kali dalam sehari maka seorang muslim taat dan patuh berserah diri kepada KehendakNya tidak banyak bertanya.

Ketika seorang muslim diperintah untuk membayar zakat dan puasa dan berhaji maka mereka taat patuh tunduk kepada KehendakNya.

Ketika mereka diperintah untuk berdoa harian dengan menghadap Bait Allah di Makkah maka mereka seluruh dunia pun tunduk taat patuh berserah diri kepada KehendakNya.

Ketika mereka diperintah untuk berhaji berziarah ke Makkah setidakknya sekali dalam seumur hidup bagi yang mampu maka mereka pun tunduk taat berserahdiri kepada KehendakNya.

Matius 7:21. 

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuan, Tuan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan Kehendak Bapaku yang di sorga.

Akan tetapi ketika seseorang mempunyai watak benci dengan bentuk ketundukanketerikatan dan penghambaan dan menyukai kebebasan dan ketinggian  maka mereka akan membenci untuk TUNDUK PATUH kepada KEHENDAK ALLAH mereka akan MEMBENCI  ISLAM  dan ISLAM akan terasa membebani mereka. Bagaimana orang yang tidak ISLAM bisa masuk kedalam Kerajaan Sorga?

Ali Imran 19. 

Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah Hanyalah Islam”.

Sangat jelas sekali paralelisasi ajaran para Nabi bahwa siapapun yang tidak mau tunduk kepada Kehendak Allah maka nerakalah tempatnya

Ali Imran 85.

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Diantara kebencian mereka kepada ISLAM adalah dengan mereka membuat tuduhan bahwa ISLAM menyembah BATU KABAH, menyembah BATU HITAM karena menciumnya waktu haji. Tidak perlu panjang lebar maka kita ikuti saja alur pikir mereka tunjukkan saja bagian dari Alkitab terjemahan dibawah ini kepada mereka sendiri dan apakah mereka akan terdiam atau membela diri. Pembelaan diri mereka adalah jawaban kita atas hujatan mereka.

Selamat berdakwah dengan hujjah dan argumen!!

Apakah Yakub menyembah BATU ketika beliau menjadikan sebuah batu yang beliau jadikan sebagai TUGU bahkan diminyakinya? Tentu tidak…

Kejadian 28:17

Ia takut dan berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil BATU yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi TUGU dan menuang minyak ke atasnya.

Apakah anda menyembah API sebagaimana orang Majusi yang mengagungkan api? Tentu tidak…

Ibrani 12:29

Sebab Allah kita adalah API yang menghanguskan.

Apakah anda menyembah ROH sebagaimana Animisme Dinamisme pemuja roh halus? Tentu tidak..

Yohanes 4:24

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Apakah anda menyembah GUNUNG BATU sebagaimana orang Shinto jepang ? Tentu tidak…

Isaiah 26:4

Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah GUNUNG BATU yang kekal.

2 Samuel 22:3

Allahku, gunung BATU-ku, tempat aku berlindung, perisaiku,tanduk kesela…matanku, kota bentengku,tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan

2 Samuel 22:47

TUHAN hidup! TerpujilahGUNUNG BATU-ku, dan ditinggikanlah kiranya Allah GUNUNG BATU keselamatanku,

Mazmur 18:2 (3)

Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, GUNUNG BATU-ku, tempat aku berlindung, perisaiku,tanduk keselamatanku, kota bentengku!

Mazmur 18:46 (47)

TUHAN hidup! Terpujilah GUNUNG BATU-ku, dan mulialah Allah Penyelamatku,

Mazmur 19:14(15)

Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, GUNUNG BATU-ku dan penebusku.

Mazmur 28:1

Dari Daud. Kepada-Mu,ya TUHAN, GUNUNG BATU-ku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.

Mazmur 42:9(10)

Aku berkata kepada Allah, GUNUNG BATU-ku:”Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”

Mazmur 62:2(3)

Hanya Dialah GUNUNG BATU-ku dan keselamatanku, kota bentengku,aku tidak akan goyah.

Mazmur 62:6(7)

Hanya Dialah GUNUNG BATU-ku dan keselamatanku, kota bentengku,aku tidak akan goyah.

Mazmur 73:26

Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, GUNUNG BATU-ku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Mazmur 92:15(16)

Untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia GUNUNG BATU-ku dan tidak ada kecuranganpada-Nya.

Mazmur 144:1

Dari Daud. TerpujilahTUHAN, GUNUNG BATU-ku, yang mengajar tanganku untuk bertempur,dan jari-jariku untuk berperang;

Mazmur 62:2(3)

Hanya Dialah GUNUNG BATU-ku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah

Iklan

Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Berikut adalah nukilan dari seorang ahli bahasa Indonesia Remy Sylado ketika beliau mencari asal kata TUHAN dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

…”Ada lagi perkataan yang hebat sekali, terjadi dalam bahasa orang Indonesia, yang awalnya tersua dalam bahasa tulis Melayu berhuruf Latin, juga melintas dari tradisi gereja, yaitu perkataan yang dengan sendirinya dipahami dari sudut teologi Nasrani, menyangkut substansi ilahi dalam insani. Perkataan yang dimaksudkan adalah Tuan dan Tuhan.

Pemakai bahasa Indonesia semuanya mengerti bahwa perkataan tuan sifatnya insani, dan perkataan tuhan sifatnya ilahi. Artinya, walaupun dalam kata tuan diterangkan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan beberapa catatan, antara lain: satu orang tempat mengabdi, dua yang memberi pekerjaan, tiga orang laki-laki yang patut dihormati, tetap saja dalamnya tidak mengandung pengertian ilahi.

Sebentar lagi kita akan melihat perubahan ejaan dari Tuan ke Tuhan dalam kitab suci Nasrani terjemahan Melayu dengan huruf Latin. Melalui itu dapat gerangan kita simpulkan bahwa pencarian ejaan yang lebih aktual untuk sebutan khusus bagi Isa Almasih dalam terjemahan bahasa Melayu beraksara Latin-yang bersumber dari injil asli bahasa Yunani untuk perkataan Kyriosmenjadi Tuhan dan sebelumnya Tuan, serta-merta telah melahirkan juga eksegesis yang jamak. Sebelum kita memeriksa bukti itu dengan membuka pelbagai versi terjemahan kitab suci Nasrani tersebut-semuanya masih tersimpan dengan rapi di perpustakaan Lembaga Alkitab Indonesia, yang sebagian fotokopinya kami sertakan di sini-patutlah terlebih dulu kita melihat juga bagaimana orang Nasrani sekarang mencatat perkataan Tuhan dalam kamus-kamusnya tentang gereja.

Agaknya buku pertama yang memberi keterangan tentang Tuhan dengan cara yang mungkin mengejutkan awam adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ. Keterangannya di situ, Tuhan, “arti kata ‘Tuhan’ ada hubungannya dengan kata Melayu ‘tuan’ yang berarti atasan/penguasa/pemilik.” Ensiklopedia yang hanya satu jilid ini pertama terbit pada tahun 1976. Keterangan tersebut masih kita baca lagi dalam ensiklopedianya yang lebih paripurna, terdiri dari lima jilid, terbit pada tahun 1991, yaitu Ensiklopedi Gereja.

Melihat keterangan itu, dan melihat pula pemakaian kata Tuhan merupakan sesuatu yang mudasir dalam agama Kristen, maka boleh dibilang hal itu sepenuhnya merupakan masalah teologi Kristen. Sesuai data yang kita punyai, istilah Tuhan yang berasal dari kata Tuan, pertama hadir dalam peta kepustakaan Melayu beraksara Latin lewat terjemahan kitabsuci Nasrani tersebut. Perkataan ini dimaksudkan untuk mewakili sifat-sifat omnipresensi atas kata bahasa Yunani, Kyrios, dengan kaitannya pada tradisi Ibrani untuk kata Adon, Adonai, dengan aktualitas sebagai raja dalam kata Yahweh. Maka, memang akan membingungkan, jika orang membaca kitabsuci Nasrani terjemahan Indonesia. Dalam kitab pertama, Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani, untuk kata-kata Adonai dan Yahweh semua diterjemahkan menjadi Tuhan, sementara dalam kitab kedua, Perjanjian Baru, untuk kata Kyrios juga diterjemahkan menjadi Tuhan.

Dalam kitab suci Nasrani bahasa Melayu beraksara Latin terjemahan Brouwerius yang muncul pada tahun 1668, untuk kata yang dalam bahasa Yunaninya, Kyrios, dan sebutan ini diperuntukkan bagi Isa Almasih, diterjemahkannya menjadi tuan. Coba kita periksa itu dalam buku kelima Perjanjian Baru, dari bagian surat injili Paulus kepada umat di Roma. Kita baca bagian 1:1-4, yaitu, “Paulo Jesu Christo pounja hamba, Apostolo bapangil, bertsjerei pada Deos pounja Evangelio, (Nang dia daulou souda djandji derri Nabbi Nabbinja, dalam Sagrada Scriptoura). Derri Annanja lacki lacki (jang souda berjadi derri bidji David dalam daging: Jang dengan coassa souda caliatan jang Annac Deos, dalam Spirito yang bersaksiakan carna bangon derri matti) artinya Jesu Christon Tuan cami.”

Berhubung terjemahan Brouwerius ini dianggap sulit, antara lain banyaknya serapan kata bahasa Portugis, dan karenanya hanya mudah dipakai di kalangan komunitas bekas-bekas budak Portugis, para Mardijker, maka timbul gagasan orang-orang saleh di antara bedebah-bedebah VOC untuk menerjemahkan kembali seluruh bagian Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan bahasa Melayu yang benar-benar bagus. Tugas itu diserahkan kepada Melchior Leijdecker, pendeta tentara yang berlatar pendidikan kedokteran.

Melalui terjemahan Leijdecker-lah kita menemukan perubahan harafiah dari Tuan menjadi Tuhan. Dalam kitab terjemahannya ini, ‘Elkitab, ija itu segala suat Perdjandjian Lama dan Baharuw atas titah Segala Tuawan Pemarentah Kompanija, pada perikop yang sama dengan terjemahan Brouwerius di atas, teksnya adalah, “Pawlus sa’awrang hamba ‘Isaj ‘Elmeseih, Rasul jang terdoa, jang tasakuw akan memberita Indjil Allah, (Jang dihulu telah dedjandjinja awleh Nabijnja, didalam Suratan yang khudus). Akan Anaknja laki (jang sudah djadi deri beneh Daud atas perij daging: Jang telah detantukan Anakh Allah dengan kawasa atas perij Rohu-‘Itakhdis, deri pada kabangkitan deri antara awrang mati,) janij ‘Isaj Elmeseih Tuhan kamij.”

Jelas, yang tadinya oleh Brouwerius diterjemahkan Tuan-sama dengan bahasa Portugis Senhor, Perancis Seigneur, Inggris Lord, Belanda Heere-melalui Leijdecker berubah menjadi Tuhan. Nanti pada abad-abad berikut, sepanjang 200 tahun, penerjemah Alkitab bahasa Melayu melanjutkan penemuan Leijdecker tersebut. Kini kata Tuhan yang mula-mula ditemukan Leijdecker untuk mewakili dua pengertian pelik insani & ilahi dalam teologi Kristen atas sosok Isa Almasih-masalah rumit yang memang telah menyebabkan gereja bertikai dan setelah itu melahirkan kredo-kredo: Nicea, Constantinopel, Chalcedon-akhirnya menjadi lema khas dalam bahasa Indonesia.

Apa yang dilakukan Leijdecker, mengapa Tuan menjadi Tuhan, merupakan masalah khas bahasa Indonesia. Hadirnya huruf ‘h’ dalam beberapa kata bahasa Indonesia, seperti ‘asut’ menjadi ‘hasut’, ‘utang’ menjadi ‘hutang’, ’empas’ menjadi ‘hempas’, ‘silakan’ menjadi ‘silakan’, agaknya seiring dengan kasus nominatif dan singularis dalam tatabahasa Sansekerta ke Kawi dan Jawa. Misalnya tertulis ‘hana’ dibaca ‘ono’, ‘hapa’ dibaca ‘opo’. Di samping itu gagasan Leijdecker mengeja Tuhan untuk mengiring lafaz palatal ‘n’ dengan tepat. Banyak orang yang baru belajar Melayu, bekas budak Portugis asal Goa, terpengaruh Portugis, melafaz ‘n’ menjadi ‘ng’. Juga di Ambon, di pusat tujuan bangsa-bangsa Barat untuk memperoleh rempah-rempah, Tuan dibaca Tuang. Bahkan setelah Leijdecker mengeja Tuhan pun, orang Ambon tetap membacanya Tuang, sampai sekarang. Maka, di Ambon Tuang Ala berarti Tuhan Allah. Selain itu orang Kristen Ambon menyebut Allah Bapa sebagai Tete Manis, harafiahnya berarti ‘kakek yang baik’.

Leijdecker sendiri banyak melakukan kerancuan transliterasi atas kata-kata Melayu dari aksara Arab gundul ke Latin. Melalui contoh acuan perikop di atas, terlihat jelas, bahwa ia tidak mengetahui ketentuan menulis kata-kata Melayu dalam aksara Arab gundul. Umpamanya, agar ‘w’ dan ‘y’ berbunyi ‘o’ dan ‘i’ di depannya harus dipasang alif. Contohnya ‘orang’ adalah (), ‘oleh’ adalah (), ‘itu’ adalah ().

Sudah tentu terjemahan Leijdecker itu tidak mudah dipahami oleh pembaca awam. Karenanya, di abad berikut, di zaman penjajahan Inggris, timbul gagasan untuk merevisi terjemahan Leijdecker tersebut. Robert Hutchings, pastor gereja Anglikan, menghitung sekitar 10.000 kata yang diacu Leijdecker itu tidak tersua dalam kamus Melayu karya William Marsden yang standar baru itu. Terjemahan revisi ini terbit pada tahun 1817, dicetak di Serampura, India.

Sebelum itu, dua tahun setelah Gubernur Jenderal Inggris Raffles, menggantikan kedudukan Gubernur Jenderal Belanda Janssens, telah datang seorang zending dari lembaga London Missionary Society, yaitu William Milne, ke Malaka menemui Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, meminta bantuannya untuk merevisi terjemahan Leijdecker. Lalu, bersama Claudius Thomsen, mereka mengerjakan revisi atas terjemahan Leijdecker tersebut. Abdullah bin Abdulkadir Munsyi merasa terganjel khususnya pada sebutan ‘bapa’ kepada Allah, dan ‘anak Allah’ kepada Isa Almasih. Memang, perkataan itu dipahami pihak Nasrani sebagai acuan teologis, bukan antropologis, untuk mengaktualkan hakikat masyiah dari leluri Ibrani, yang berkonteks diurapi dan bangkit dari kematian.

Setelah itu masih dilakukan lagi revisi-revisi terjemahan Melayu atas kitabsuci Nasrani tersebut oleh pihak zending Inggris. Yang berikut dipimpin oleh Benjamin Keasberry, dan karyanya itu dibantu pula oleh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. Revisi terjemahan ini terbit pada tahun 1852, dicetak di Singapura.

Namun, di antara sekian banyak revisi yang dikerjakan sepanjang abad ke-19 sampai abad ke-20, bahkan sampai bahasa Melayu menjadi bahasa kebangsaan Indonesia, terlihat dengan jelas, bahwa lema yang digagas Leijdecker untuk menyebut Isa Almasih, Tuhan, telah terus terpakai. Penyusun kamus di abad ke-19 pun membakukannya sebagai lema tersendiri di luar Tuan.

Terjemahan kitabsuci Nasrani yang dianggap tertib bahasa Melayunya adalah yang dikerjakan Klinkert. Ia membakukan Tuhan dalam kitab terjemahan itu menurut pengertian yang sama dengan bahasa sekarang. Klinkert menulis dua versi, yaitu edisi Melayu rendah, Wasijat Yang Baroe, terbit pada tahun 1875; dan edisi Melayu tinggi, Kitaboe’lkoedoes, terbit pada tahun 1879. Versi yang kedua ini merupakan kitab yang paling populer di Minahasa. Di Minahasalah tempat lahirnya gereja protestan yang berorientasi kebangsaan, lima tahun setelah Sumpah pemuda, yaitu KGPM.

Kini, secara linguistik, tidak ada masalah bagi kata Tuhan yang muradif dengan pengertian ilahi. Nama ini pun sudah maktub dalam Pancasila. Yang tidak kurang melahirkan pertanyaan, mengapa sila pertama itu berbunyi ‘ketuhanan yang mahaesa’, ‘bukan ‘Tuhan yang mahaesa’ saja. Dengan ‘ketuhanan’, terkesan seakan-akan ada banyak Tuhan di Indonesia, tapi hanya satu Tuhan yang mesti disembah. Memang, dalam kalimat ini kita meraba adanya kompromi politis dari pendiri-pendiri republik. Tidak muncul diskusi bahasa mengenai hal itu sebelum amandemen yang lalu.”..-Selesai kutipan-

 

Remy Sylado ahli bahasa

URL source:

http://www.perisai.net/artikel/dari_mana_asal_kata_tuhan

http://clubbing.kapanlagi.com/showthread.php?t=8106

http://smystery.wordpress.com/2008/07/20/asal-kata-tuhan/

Aku dan Bapa adalah satu

Mendengar statement Yesus tersebut maka orang-orang Yahudi lalu mengambil batu dan melempari Yesus (Yoh 10:31).

Yesus heran dengan sikap mereka, lalu Yesus bertanya:

“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapaku yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari aku?” (Yoh 10:32)

Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari kamu, melainkan karena kamu menghujat Allah dan karena kamu, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan dirimu dengan Allah.” (Yoh 10:33)

Kemudian Yesus menjelaskan, kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:34-38)

Para umat Nasrani sekalian

Saat kita mendengar ungkapan Yesus; “Aku dan Bapa adalah satu.”, maka dengan serta merta kita akan berfikir bahwa Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum.

Pemikiran kita bahwa Yesus dan Bapa adalah satu oknum akan semakin genap setelah kita dengarkan ayat berikut; “dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.” (Yoh 12:45)

Apakah cara memahami ayat-ayat tersebut sudah tepat?

Sebagian dari kita mungkin akan mengatakan BENAR! Namun, sebagian lainnya mungkin masih merasa belum puas dengan pemahaman tersebut.

Sebagian yang belum puas ini mungkin teringat akan ayat berikut:

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yoh 17:22)

Para umat Nasrani sekalian.

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan, bahwa Allah berikan kita hati nurani yang selalu mengingatkan kita tentang kebenaran yang hakiki, yang Tuhan bekalkan kepada kita agar kita dapat membedakan mana kebenaran dan mana kesesatan.

Maka, mari kita hargai nikmat Tuhan dengan cara menggunakannya sebagaimana yang Tuhan kehendaki.

Bila kita pahami perkataan Yesus di dalam surat Yohanes 10:30, sebagai pernyatan Yesus bahwa Yesus (Anak) dan Bapa adalah satu oknum, dengan cara pemahaman yang sama, maka perkataan Yesus di dalam Yoh 17:22 akan berarti bahwa para murid Yesus akan menjadi sama dengan Yesus dan Bapa, sehingga cara yang konsisten kesimpulan kita akan menjadi; para murid, Yesus dan Bapa adalah satu.

Para umat Nasrani  sekalian,

Bila Yesus adalah penjelmaan Allah, maka sebagaimana perkataan Yesus, bahwa para murid dapat menjadi satu sama seperti Yesus dan Bapa, maka para murid itu pun sama dengan Yesus, yaitu adalah penjelmaan Allah juga.

Jadi, bila demikian, maka Allah itu bukan hanya Bapa, Anak dan Roh Kudus saja, akan tetapi juga Para Rasul dan murid-murid Yesus yang didoakan oleh Yesus itu semuanya juga adalah pribadi Allah.

Para umat Nasrani yang dianugerahi Allah akal budi untuk membedakan mana fikiran yang benar, saya ingin tanya kepada anda sekalian, sudah benarkah pemikiran demikian?

Delapan Dalil Alkitabiah yang menegaskan misi terbatas Yesus Isa Nabi Allah untuk Bani Israel..

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”(Firman Allah dalam Al-Qur’an Ash Shaff 6)

Benar, Isa Al Masih diutus hanya untuk bani Israel dan bukan untuk segala bangsa. Berikut 8 dalil yang kami ambil secara alkitabiah.

Dalil 1 Yesus hanya untuk Bani Israel

Matius 10:5-6. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan beliau berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Dalil ke 2 Yesus hanya untuk Bani Israel

Yohanes 17:9 Kata Yesus “Aku berdoa untuk mereka (Bani Israel), bukan untuk dunia aku berdoa, tetapi untuk mereka..

Dalil ke 3 ketika para murid terbatas mengajarkan Taurat Injil kepada umat Israel di pembuangan.

Kisah Para Rasul 16:6 karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia

Dalil ke 4 Ketika dikatakan bahwa nubuat datangnya Raja orang YAHUDI…bukan raja segala bangsa

Matius 2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah dia, Raja orang YAHUDI yang baru dilahirkan itu?

Dalil ke 5 menunjukkan bunyi nubuat bahwa MESIAS tertuju HANYA UNTUK MENGGEMBALAKAN UMAT ISRAEL…selain itu tidak

Matius 2:5-6 Demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: “Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku ISRAEL.”

Dalil ke 6 adalah ucapan Simeon bahwa kelak jabang bayi sang Nabi akan menjadi Nabi untuk menjatuhkan atau menaikkan derajat bagi BANI ISRAEL..bukan untuk yang laen

Lukas 2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di ISRAEL

Dalil ke 7 ketika sang Nabi berwasiat bahwa tugas para murid-murid beliau adalah berdakwah menginjil ke kota-kota dimana Bani Israel banyak berdiam

Mat 10:23Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, anak manusia sudah datang.

Dalil ke 8 Sangat tegas menunjukkan bahwa sang Nabi tidak hendak melayani permintaan gentile non bani Israel

Matius 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus HANYA kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Dengan demikian benarlah sebuah sabda dari seorang Nabi :

Diriwayatkan dlm Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُعْطِيْتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِيَ اْلأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ وَلَمْ تُحَلَّ لأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيْتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

“Aku telah diberikan lima hal yg tdk diberikan kepada seorangpun dari kalangan para nabi sebelumku: Aku diberi pertolongan dgn ditanamkan rasa takut sejarak satu bulan perjalanan. Dan telah dijadikan bagiku seluruh bumi sebagai masjid dan alat bersuci. maka siapa saja di kalangan umatku yg mendapati waktu shalat hendaklah dia shalat. Dan dihalalkan bagiku harta rampasan perang dan tdk dihalalkan kepada seorangpun sebelumku. Dan aku diberi syafaat dan adalah nabi sebelumku diutus kepada kaum secara khusus sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia.

Wa shollallahu ala Nabiyina Muhammadi wassalam

Nubuat Daniel 8 tentang Pembangunan Bait Kudus Bait Suci oleh Khalifah Umar bin Khattab


Maka ia menjawab: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.”

Kitab Daniel adalah salah satu kitab yang Nebiim yang memuat kisah tentang salah satu manusia yang sholeh bernama Danial. Dalam bagian lain telah dikisahkan bagaimana Nubuatan beliau di Pasal yang lain. Kali ini penulis tertarik untuk mengupas Daniel pasal 8 yang menurut analisa penulis merupakan nubuatan pembangunan kembali Bait Kudus di abad ke 7 M. Nubuatan Nabi Daniel ini tampaknya terjadi setelah nubuatan yang terdahulu telah dibahas dan nubuatan pada pasal 2 ini dibuka dengan penglihatan beliau tentang seekor binatang domba jantan

“Nampaklah kepadaku, Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu. Aku melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan itu, bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai. Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.  Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.”

Domba jantan ini dijelaskan dalam takwil oleh Malaikat Jibril di ujung pasal 2 sebagai kerajaan Persia yang menguasai Yerusalem.

Daniel 8:20 Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia.

Kemudian pasal berlanjut mengisahkan datangnya sosok kedua.

“Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya. Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat. Aku melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi, diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.”

Kambing jantan yang mengalahkan domba jantan itu adalah perumpamaan Kerajaan Yunani di bawah pimpinan sang Penakluk Alexander the Great yang mengalahkan Kerajaan Persia tadi dan menguasai Yerusalem. Demikian takwil oleh Jibril kepada Daniel

Daniel 8:21 Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.

Kemudian dikisahkan tentang akhir hidup dari Alexander Agung yang meninggal dipuncak kekuasaannya di usia muda dan meninggalkan kerajaan yang rentan akan perebutan kekuasaan.

“Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit”

Empat tanduk patah itu ditakwilkan  nubuat kerajaan Yunani sepeninggal Alexander terpecah menjadi empat kerajaan kecil

Daniel 8:22 Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah, berarti: empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang terdahulu.

http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_the_Great#Division_of_the_empire

Kerajaan Yunani sepeninggal Alexander Agung terpecah menjadi 4 kerajaan kecil yakni

1.Kerajaan Ptolemaic di Mesir
2.Kerajaan Seleucid di timur
3.Kerajaan Pergamon di Asia Minor
4.Dan terakhir adalah kerajaan Macedonia sendiri

Demikian dikatakan dalam sumber wikipedia bahwa

“the Hellenistic world settled into four stable power blocks: the Ptolemaic Kingdom of Egypt, the Seleucid Empire in the east, the Kingdom of Pergamon in Asia Minor, and Macedon.”

(Terjemahan :” Dunia Hellenisme Yunani terpecah menjadi empat blok yang berkuasa ,yakni kerajaan Ptolemeus di Mesir, Kerajaan Seleucid di timur, Kerajaan Pergamon di Asia Minor, dan terakhir adalah kerajaan Macedonia sendiri)

http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_the_Great#Division_of_the_empire

Karena itulah dikatakan kerajaan Yunani sepeninggal Alexander terpecah menjadi empat

Daniel 8:8 Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.

Setelah Alexander the Great wafat tepat pada puncak kekuasaannya maka diantara empat kerajaan tersebut Kerajaan Seleucidlah yang sukses dan mewarisi penguasaan atas Yerusalem khususnya Baitul Maqdis Bait Kudus tersebut. Diketahui bahwa kerajaan ini mempunayi daerah kekuasaan warisan Alexander sampai ke arah timur yakni Pakistan Afghanistan dimana dikatakan

“The Seleucid empire’s geographic span, from the Aegean Sea to what is now Afghanistan and Pakistan”

(Terjemahan :” Kerajaan Seleucid terbentang dari laut Aegean sampai daerah dimana hari ini disebut Afghanistan dan Pakistan)

http://en.wikipedia.org/wiki/Seleucid_Empire#Cultural_exchanges

Dan inilah yang dimaksud kekuasaannya melebar ke arah timur

Daniel 8:9 Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.

Sosok tanduk kecil (little horn) inilah dikatakan oleh sejarawan sebagai Sosok Raja Seleucid yang dikenal bengis bernama Antiochus Epiphanes. Dia dikenal sebagai Raja Seleusid bekerjasama dengan Yahudi Hellenis membantai Yahudi yang sholeh dan mamaksa mereka untuk menyembah Zeus

“Antiochus decided to side with the Hellenized Jews by outlawing Jewish religious rites and traditions kept by observant Jews and by ordering the worship of Zeus as the supreme god”

http://en.wikipedia.org/wiki/Antiochus_IV_Epiphanes#Sacking_of_Jerusalem_and_Persecution_of_Jews

Dan interpretasi ini juga merupakan interpretasi para sejarawan semaca Flavius Josephus sampai Thomas Aquinas

http://en.wikipedia.org/wiki/Antiochus_IV_Epiphanes#Book_of_Daniel

Komentator Alkitab Barnes mengatakan

“Nothing could better express the conduct of Antiochus toward the Jews”

(Terj : Tidak ada yang sosok yang lebih tepat dalam kitab Daniel 8:10 ini selain Antiochus ketika menyiksa kaum Yahudi )

http://bible.cc/daniel/8-10.htm

Kerajaan Seleucid dimana dibawah kepemimpinin Antiochus Epiphanes(Epi phanes= Manifestasi Tuhan) dikatakan :

Daniel 8:10 Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.

Kekejian Kerajaan Seleucid terhadap keyakinan Monotheis umat Bani Israel ini semakin berani dengan mengumumkan status ketuhanan Antiochus sebagai “Epiphanes” atau” Manifestasi Zeus” dan berlanjut ketika kerajaan Romawi menggantikan kekuasaan Seleucid

http://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/History/Romans.html

Pemberontakan kaum Yahudi atas pemaksaan ajaran Hellenisme Romawi ini terus berlangsung dan menimbulkan beberapa pertempuran besar karena pemberontakan Yahudi. Tercatat ada tiga perang besar yang melibatkan pemberontakan Yahudi.

http://en.wikipedia.org/wiki/First_Jewish–Roman_War

Pada tahun 70 M inlah terjadi Revolusi Yahudi yang pertama dimana Kaisar Romawi yang nyentrik Nero memerintahkan penghancuran Bait Kudus dibawah bendera Jenderal Titus yang kemudian menyita seluruh peralatan Baitul Maqdis dan merobohkan bangunan Bait.

Daniel 8:11 Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.

Apakah yang terjadi setelah kehancuran Baitul Maqdis yang kedua ini? Agaknya kita semua paham bahwa sejak saat itu berhentilah peribadatan di Baitul Maqdis. Kaum Yahudi diusir dari Yerusalem oleh Romawi dan memulai diaspora ke seluruh dunia.

http://en.wikipedia.org/wiki/Jewish_diaspora

Termasuk Yahudi yang percaya dengan kenabian Isa Al Masih yang masih keukeuh dengan ajaran Monotheisme dan aturan Tauratnya pun tidak luput dari pengusiran ini.

Daniel 8:12 Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil.

Ketika itulah muncul pertanyaan dari satu sosok kepada sosok yang lain tentang lama terhentinya ibadah di Baitul Maqdis Bait Kudus akibat penghancuran Baitul Maqdis Bait Suci itu berlangsung? Dalam penglihatan Nabi Danial dikatakan percakapan dua sosok ..

Daniel 8:13 Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu: “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?”

Dikatakan bahwa masa itu berlangsung selama 2300 hari. Jika kita mengambil sistem penanggalan kalender Yahudi dimana 1 tahun sebanyak 360 hari maka kita mendapatkan angka 6,38 tahun sebagai waktu yang setara dengan 2300 hari.

http://www.360calendar.com/

Dalam penentuan angka 2300 ini, para ahli tafsir atau komentator Alkitab mengalami kesulitan dalam menginterpretasi makna 2300 petang dan pagi ini. Sangat terlihat sisi subjektifitas mereka ketika mereka enggan menyebutkan kaum musliminlah yang membangun Bait suci ini pada tahun 638 M.

Barnes mengatakan

“Much difficulty has been felt by expositors in reconciling this statement with the other designations of time in the book of Daniel”

(Terjemahan: “Beberapa penakwil nubuat mengalami kesulitan dalam memahami hal ini dikaitkan dengan penyebutan analogi waktu dengan Kitab Daniel di bab yang lain)”

http://bible.cc/daniel/8-14.htm

Jika kita menggunakan pengertian 6,38 tahun ini maka dalam sejarah Baitul Maqdis, tidak pernah dibangun 6 tahun setelah kehancurannya yang kedua pada tahun 70 M tadi..

Lain halnya jika 6,38 tahun itu merupakan permisalah 638 tahun, maka tepatlah yang terjadi pada tahun tersebut Khalifah Umar Bin Khattab memasuki kota Yerusalem tanpa darah setetespun tertumpah. Kaum muslimin Arab saat itu disambut oleh pendeta Kristen Orthodox Severinus/Sophronius dan menyerahkan kunci Yerusalem kepada beliau

Khalifah kemudian meminta pendeta tersebut untuk menunjukkan tempat reruntuhan Baitul Maqdis dan beliau mendapati reruntuhan Bait itu telah menjadi tempat pembuatang sampah oleh umat Nasrani yang memang tidak pernah merasa memiliki Bait itu bahkan dipertahankan demikian sebagai monumen penggenapan nubuat Yesus atas nasib Bait Suci

Lukas 13:35 Sesungguhnya Baitmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.

Mungkin inilah maksud dari Nubuat Yesaya tentang kedatangan pasukan Bani Ismael dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab yang membangun kembali Bait Suci dari reruntuhan berabad-abad.

Yesaya 58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.

Dan ini jugalah yang kemungkinan dimaksud ketika pasukan Islam dibawah kepemimpinan para sahabat Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wassalam saat menaklukkan kota demi kota, membangun kota-kota yang telah mati dan membangun kota-kota yang baru seperti Bashra dan Kufah di pesisir sungai dan laut.

Yesaya 61:4. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.

Dan mungkin sekali ini yang dirujuk oleh salahseorang Hawariyyin murid Nabi Isa bernama Simon Kefa yang mengatakan dalam

Kisah 15:14 “Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan”

Dan sepertinya yang dimaksud oleh beliau adalah Kitab Nabiuallah Ams dalam:

Amos 9:11. “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,

2300 hari dibagi 360 lunar = 6,38.Tahun 638 M adalah tahun dimana Khalifah Umar Bin Khattab
memasuki kompleks reruntuhan Bait Suci dan memulai kembali pembangunan Bait Kudus Baitul Maqdis…

Wallahu a’lam bish shawab….hanya Allah yang tahu kebenaran dari semua ini..

=====================
Berikut kutipan Daniel 8

8:1. Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku, Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu.
8:2 Aku melihat dalam penglihatan itu, dan sementara aku melihat, aku berada di puri Susan, yang ada di wilayah Elam, dan aku melihat dalam penglihatan itu, bahwa aku sedang di tepi sungai Ulai.
8:3 Aku mengangkat mukaku dan melihat, tampak seekor domba jantan berdiri di depan sungai itu; tanduknya dua dan kedua tanduk itu tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.
8:4 Aku melihat domba jantan itu menanduk ke barat, ke utara dan ke selatan, dan tidak ada seekor binatangpun yang tahan menghadapi dia, dan tidak ada yang dapat membebaskan dari kuasanya; ia berbuat sekehendak hatinya dan membesarkan diri.
8:5 Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.
8:6 Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat.
8:7 Aku melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi, diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.
8:8 Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.
8:9 Maka dari salah satu tanduk itu muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar ke arah selatan, ke arah timur dan ke arah Tanah Permai.
8:10 Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit, dan dari bala tentara itu, dari bintang-bintang, dijatuhkannya beberapa ke bumi, dan diinjak-injaknya.
8:11 Bahkan terhadap Panglima bala tentara itupun ia membesarkan dirinya, dan dari pada-Nya diambilnya korban persembahan sehari-hari, dan tempat-Nya yang kudus dirobohkannya.
8:12 Suatu kebaktian diadakan secara fasik menggantikan korban sehari-hari, kebenaran dihempaskannya ke bumi, dan apapun yang dibuatnya, semuanya berhasil.
8:13 Kemudian kudengar seorang kudus berbicara, dan seorang kudus lain berkata kepada yang berbicara itu: “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?”
8:14 Maka ia menjawab: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.”

8:15. Sedang aku, Daniel, melihat penglihatan itu dan berusaha memahaminya, maka tampaklah seorang berdiri di depanku, yang rupanya seperti seorang laki-laki;
8:16 dan aku mendengar dari tengah sungai Ulai itu suara manusia yang berseru: “Gabriel, buatlah orang ini memahami penglihatan itu!”
8:17 Lalu datanglah ia ke tempat aku berdiri, dan ketika ia datang, terkejutlah aku dan jatuh tertelungkup, lalu ia berkata kepadaku: “Pahamilah, anak manusia, bahwa penglihatan itu mengenai akhir masa!”
8:18 Sementara ia berbicara dengan aku, jatuh pingsanlah aku tertelungkup ke tanah; tetapi ia menyentuh aku dan membuat aku berdiri kembali.
8:19 Lalu berkatalah ia: “Kuberitahukan kepadamu apa yang akan terjadi pada akhir murka ini, sebab hal itu mengenai akhir zaman.
8:20 Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia.
8:21 Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani, dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.
8:22 Dan bahwa tanduk itu patah dan pada tempatnya itu muncul empat buah, berarti: empat kerajaan akan muncul dari bangsa itu, tetapi tidak sekuat yang terdahulu.
8:23 Dan pada akhir kerajaan mereka, apabila orang-orang fasik telah penuh kejahatannya, maka akan muncul seorang raja dengan muka yang garang dan yang pandai menipu.
8:24 Kekuatannya akan menjadi hebat, tetapi tidak sekuat yang terdahulu, dan ia akan mendatangkan kebinasaan yang mengerikan, dan apa yang dilakukannya akan berhasil; orang-orang berkuasa akan dibinasakannya, juga umat orang kudus.
8:25 Dan oleh karena akalnya, penipuan yang dilakukannya akan berhasil; ia akan membesarkan dirinya dalam hatinya, dan dengan tak disangka-sangka banyak orang akan dibinasakannya; juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja. Tetapi tanpa perbuatan tangan manusia, ia akan dihancurkan.
8:26 Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh.”
8:27 Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Ahmadiyah: Benarkah Mirza Ghulam Ahmad adalah sosok penggenapan Nubuat datangnya Isa Al Masih Mau’ud Yesus Kristus?

Bismillahirrahmaanirrahiim. Salahsatu syubhat yang dilontarkan oleh kaum Ahmadiyah adalah bahwa kenabian Mirza Ghulam Ahmad adalah kenabian seperti Isa Al Masih. Mereka menggunakan hadits-hadits shahih tentang datangnya Isa Al Masih kali kedua di penghujung hari kiamat sebagai landasan iman mereka. Berikut adalah tips dakwah kepada kaum Ahmadiyah yang meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi Isa yang dinubuatkan kedatangannya, yakni Al Masih yang dijanjikan (Al Masih Mau’ud) dan ditunggu-tunggu kedatangannya (Al Mahdi Munthazhar)..

Jika benar bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Al Masih yang dinubuatkan maka, marilah kita melihat kecocokannya sosok Mirza Ghulam Ahmad dengan sosok Isa Al Masih yang dijanjikan :

Hadits Pertama Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

اْلأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ِلأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلاً مَرْبُوعًا إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ عَلَيْهِ ثَوْبَانِ مُمَصَّرَانِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَدْعُو النَّاسَ إِلَى اْلإِسْلاَمِ فَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلاَّ اْلإِسْلَامَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ وَتَقَعُ اْلأَمَنَةُ عَلَى اْلأَرْضِ حَتَّى تَرْتَعَ اْلأُسُودُ مَعَ اْلإِبِلِ وَالنِّمَارُ مَعَ الْبَقَرِ وَالذِّئَابُ مَعَ الْغَنَمِ وَيَلْعَبَ الصِّبْيَانُ بِالْحَيَّاتِ لاَ تَضُرُّهُمْ فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ. (رواه أحمد وصححه ابن شاكر)
Para Nabi adalah seperti saudara sebapak, ibu mereka berbeda tapi agama mereka satu. Sesungguhnya akulah yang paling berhak dengan Isa Ibnu Maryam karena tidak ada antaraku dan dia seorang nabi pun. Sungguh dia akan turun, maka jika kalian melihatnya kenalilah dia! Dia adalah seorang yang berkulit antara merah dan putih dalam keadaan berpakaian dua kain yang bercelup ja’faran, rambut-nya seperti meneteskan air padahal tidak basah. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menggugurkan jizyah, dan mengajak manusia kepada agama Islam. Allah binasakan pada zaman-nya seluruh agama-agama selain Islam. Allah binasakan juga Dajjal. Maka terjadilah keamanan di muka bumi hingga singa-singa merumput bersama dengan unta-unta, macan-macan dengan sapi-sapi, dan serigala-serigala dengan domba-domba, serta anak-anak kecil bermain dengan ular-ular dengan tidak memberikan madharat sedikit pun kepada mereka. Demikianlah berlangsung selama empat puluh tahun, kemudian beliau meninggal dan dishalatkan oleh kaum muslimin. (HR Imam Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

Syubhat atas mereka, semoga mereka mau kembali kepada Islam dengannya adalah, jika Mirza Ghulam adalah sosok Isa Al Masih diatas, maka :

1.Apakah pakaian Mirza Ghulam Ahmad  seperti yang dinubuatkan diatas terdiri dari dua kain yang berwarna kuning za’faran?

2.Apakah rambut Mirza Ghulam Ahmad dalam fotonya tampak seperti meneteskan air padahal tidak basah?

3. Apakah Mirza Ghulam Ahmad tercatat dalam sejarah memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi, menghapus pajak, dan mengajak manusia kepada agama Islam?

4. Apakah pada Allah binasakan pada zamannya seluruh agama-agama selain Islam?

5. Apakah pada zaman hidupnya terjadi  keamanan di muka bumi hingga singa-singa merumput bersama dengan unta-unta, macan-macan dengan sapi-sapi, dan serigala-serigala dengan domba-domba, serta anak-anak kecil bermain dengan ular-ular dengan tidak memberikan madharat sedikit pun kepada mereka?

6. Apakah Mirza Ghulam Ahmad mempunyai masa hidup 40 tahun sebagaimana yang dinubuatkan?

 

Hadits kedua,  Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنه, beliau mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لاَ إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ. (رواه مسلم)
Akan tetap ada segolongan umatku yang berperang di atas kebenaran dalam keadaan menang sampai hari kiamat. Kemudian turun Isa Ibnu Maryam عليه السلام, maka berkatalah pemimpin mereka:”Kemarilah memimpin sholat kami”. Maka ia pun berkata: ”Tidak, sesungguhnya sebagian kalian memimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan yang Allah berikan kepada umat ini.”(HR Muslim).

Syubhat atas mereka, semoga mereka mau kembali kepada Islam dengannya adalah, jika Mirza Ghulam adalah sosok Isa Al Masih diatas, maka :

7. Pada kejadian dimanakah dan seperti apakah yang pernah ditunjukkan Mirza Ghulam Ahmad seperti kisah nubuat diatas?

 

Hadits ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي فَيَمْكُثُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ

“Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencarinya dan membunuhnya….” (HR. Muslim no. 2940)

Syubhat atas mereka, semoga mereka mau kembali kepada Islam dengannya adalah, jika Mirza Ghulam adalah sosok Isa Al Masih diatas, maka :

8. Dajjal yang bagaimanakah yang akan dibunuh Mirza Ghulam Ahmad?

9. Dikatakan Dajjal tersebut akan tinggal selama 40 hari maka benarkah “Dajjal” yang dibunuh Mirza Ghulam Ahmad berumur 40 hari?

Hadits keempat,  diriwayatkan

فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُ

“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkannya di Bab Ludd (satu negeri dekat Baitul Maqdis –Palestina, red.). Beliau pun membunuhnya.” (HR. Muslim no. 2937)

Syubhat atas mereka, semoga mereka mau kembali kepada Islam dengannya adalah, jika Mirza Ghulam adalah sosok Isa Al Masih diatas, maka :

10. Pernahkah Mirza Ghulam Ahmad mengunjungi Yerusalem?

11. “Dajjal” yang bagaimanakah yang dikejar Mirza Ghulam Ahmad sampai ke Yerusalem?

12. Pernahkah Mirza Ghulam Ahmad membunuh seseorang “Dajjal” atau sekelompok “Dajjal” di Yerusalem tepatnya di pintu gerbang kota lama Yerusalem Lod Gate?
Hadits kelima, sebuah hadits an-Nawas bin Sam’an di Shahih Muslim .

 

“Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di At-Thur’. Lalu Allah mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata, ‘Sepertinya dulu di sini pernah ada air’. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa alaihissalam dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa AS dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.”(Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048)

Syubhat atas mereka, semoga mereka mau kembali kepada Islam dengannya adalah, jika Mirza Ghulam adalah sosok Isa Al Masih diatas, maka :

13. Bangsa perusak Yajuj dan Majuj (Gog dan Magog) telah turun dizamannya Isa Al Masih turun kedua kalinya, maka siapakah Yajuj dan Majuj yang berada di sekitar Mirza Ghulam Ahmad?

14. Apakah bangsa Yajuj dan Majuj (Gog dan Magog) tersebut sesuai dengan ciri-ciri fisik (Musnad Imam Ahmad 5/271 dan al-Haetsami di Majmauz Zawaid 8/9)bahwa mereka berwajah lebar seperti tameng yang menonjol dengan rambut merah kecoklatan, mata sipit, datang dengan cepat dari tempat yang tinggi.?

15. Apakah mayat Yajuj dan Ma’juj tersebut tercatat dalam sejarah bergelimpangan di India tempat Mirza Ghulam Ahmad tinggal atau dimanapun di bumi ?

 

Demikianlah 15 argumen dari kami yang dengan jawabannya akan kita dapati ketidakcocokan  antara sosok nubuatan Isa Al Masih Mau’ud yang ditunggu-tunggu dengan sosok seorang Hazrat Mirzha Ghulam Ahmad seorang keturunan Moghul Mongol. (http://id.wikipedia.org/wiki/Mirza_Ghulam_Ahmad)

Ucapan doa Alaihissalam Alav ha Shalom oleh Umat Terdahulu

Mengapa umat Muslim saja yang mendoakan para Nabinya dengan ucapan “Alaihis Salam ( Semoga Allah melimpahkan salam atas diri beliau)?

Jawab :

Bukan cuma tradisi Islam, bahkan tradisi Yahudi kuno dan Nasrani generasi pertama pun, penyebutan nama para nabi dan orang sholeh yang telah meninggal disertai ucapan doa atas mereka dengan “Alav ha Shalom”

Anda bisa mendapatkan bukti hal ini dalam “13 Rukun Iman mereka susunan Rambam” dimana pada Rukun ke 7 dan 8 termuat

I believe with perfect faith that the prophecy of MOSES our teacher, PEACE BE UPON HIM, was true, and that he was the chief of the prophets, both those who preceded him and those who followed him.

I believe with perfect faith that the entire Torah that is now in our possession is the same that was given to MOSES our teacher, PEACE BE UPON HIM

http://en.wikipedia.org/wiki/Orthodox_Judaism