Aku dan Bapa adalah satu


Mendengar statement Yesus tersebut maka orang-orang Yahudi lalu mengambil batu dan melempari Yesus (Yoh 10:31).

Yesus heran dengan sikap mereka, lalu Yesus bertanya:

“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapaku yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari aku?” (Yoh 10:32)

Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari kamu, melainkan karena kamu menghujat Allah dan karena kamu, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan dirimu dengan Allah.” (Yoh 10:33)

Kemudian Yesus menjelaskan, kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepadaku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam aku dan aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:34-38)

Para umat Nasrani sekalian

Saat kita mendengar ungkapan Yesus; “Aku dan Bapa adalah satu.”, maka dengan serta merta kita akan berfikir bahwa Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum.

Pemikiran kita bahwa Yesus dan Bapa adalah satu oknum akan semakin genap setelah kita dengarkan ayat berikut; “dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.” (Yoh 12:45)

Apakah cara memahami ayat-ayat tersebut sudah tepat?

Sebagian dari kita mungkin akan mengatakan BENAR! Namun, sebagian lainnya mungkin masih merasa belum puas dengan pemahaman tersebut.

Sebagian yang belum puas ini mungkin teringat akan ayat berikut:

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yoh 17:22)

Para umat Nasrani sekalian.

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan, bahwa Allah berikan kita hati nurani yang selalu mengingatkan kita tentang kebenaran yang hakiki, yang Tuhan bekalkan kepada kita agar kita dapat membedakan mana kebenaran dan mana kesesatan.

Maka, mari kita hargai nikmat Tuhan dengan cara menggunakannya sebagaimana yang Tuhan kehendaki.

Bila kita pahami perkataan Yesus di dalam surat Yohanes 10:30, sebagai pernyatan Yesus bahwa Yesus (Anak) dan Bapa adalah satu oknum, dengan cara pemahaman yang sama, maka perkataan Yesus di dalam Yoh 17:22 akan berarti bahwa para murid Yesus akan menjadi sama dengan Yesus dan Bapa, sehingga cara yang konsisten kesimpulan kita akan menjadi; para murid, Yesus dan Bapa adalah satu.

Para umat Nasrani  sekalian,

Bila Yesus adalah penjelmaan Allah, maka sebagaimana perkataan Yesus, bahwa para murid dapat menjadi satu sama seperti Yesus dan Bapa, maka para murid itu pun sama dengan Yesus, yaitu adalah penjelmaan Allah juga.

Jadi, bila demikian, maka Allah itu bukan hanya Bapa, Anak dan Roh Kudus saja, akan tetapi juga Para Rasul dan murid-murid Yesus yang didoakan oleh Yesus itu semuanya juga adalah pribadi Allah.

Para umat Nasrani yang dianugerahi Allah akal budi untuk membedakan mana fikiran yang benar, saya ingin tanya kepada anda sekalian, sudah benarkah pemikiran demikian?

11 Komentar

  1. mantap bro…btw please jgn remove diriku dri fb…

  2. Apakah Kristen AGAMA yang benar …

    Bongky Jabs Selano Vs Joseph Ramos Ph D

    ======================================================

    Joseph Ramos Ph D >> apa yang mau ditanyakan? Silahkan..

    Bongky Jabs Selano >> Apa benar Kristen Agama yang Benar ?

    Joseph Ramos Ph D >> sebelum saya mulai, saya peringatkan bahwa agama bukan sesuatu untuk diperdebatkan karena mengandung nilai yang terlalu relatif. Kalau Anda menginginkan debat, jangan sama saya.🙂

    sebelum saya jawab, saya tanya dikit: Kristen mana dulu? Ada banyak denominasi lho..

    Bongky Jabs Selano >> okey tidak masalah namun ada hal yang harus anda tau sebab saya mengajak untuk Berdialog bukan untuk debat ,karena Debat akan berdampak Negative pada Hujatan …

    Anda menulis :
    sebelum saya jawab, saya tanya dikit: Kristen mana dulu? Ada banyak denominasi lho..

    Respon :
    yang namanya KRISTEN itu yang mana saja …
    bagaimana ?

    Joseph Ramos Ph D >> ok.
    Kristen? pengikut Kristus, tetapi pemahamannya banyak dan bervariasi.

    Untuk denominasi saya sendiri Kristen Orthodox saya jawab itu yang paling benar menurut saya. Kalaupun ada yang mengatakan bahwa ada yang lebih benar dari itu, saya tetap tidak menemukannya.🙂

    Joseph Ramos Ph D >> oh ya, anda pernah mengatakan bahwa anda mualaf dari kristen. dari denominasi (tahu denominasi?) kristen mana ya?

    Bongky Jabs Selano >> Anda menulis :
    Untuk denominasi saya sendiri Kristen Orthodox saya jawab itu yang paling benar menurut saya. Kalaupun ada yang mengatakan bahwa ada yang lebih benar dari itu, saya tetap tidak menemukannya.🙂

    Respon :
    oke saya menghargai anda sebagai lawan Dialog saya …
    namun apakah anda berkenan jika anda menjawab pertanyaan dari saya tadi ?

    Anda menulis :
    oh ya, anda pernah mengatakan bahwa anda mualaf dari kristen. dari denominasi (tahu denominasi?) kristen mana ya?

    Respon :
    saya memang baru 3 thn menjadi seorang Mualaf …
    sebelum menjalani Ajaran Islam saya menjalankan Ajaran Khatolik mengikuti Ayah dari kecil namun setelah Ibu saya mendapat Pencerahan Iman saya dan Ibu memilih Jalan Untuk beralih menjadi seorang Muslim …

    Bagaimana ?

    silahkan jika anda ingin menjawab pertanyaan dari saya akan saya tunggu dari sekarang ..

    Joseph Ramos Ph D >> karena saya tahu tak ada gunanya menjelaskan sesuatu tentang agama pada orang yang memang sudah berada pada teologi yang prinsipnya sudah berbeda jauh. saya membalas atas dasar menghormati saja.

    ya, Kristus Tuhan Sejati.

    Bongky Jabs Selano >> Anda menulis :
    karena saya tahu tak ada gunanya menjelaskan sesuatu tentang agama pada orang yang memang sudah berada pada teologi yang prinsipnya sudah berbeda jauh. saya membalas atas dasar menghormati saja.

    ya, Kristus Tuhan Sejati.

    Respon :
    jika Yesus Tuhan Sejati mengapa dirinya Tidak tau kapan Hari Kiamat Akan Datang bung ?

    Joseph Ramos Ph D >> jawabannya:
    Ia adalah Firman Tuhan, yang mana asalnya dari Bapa dan diam di dalam Bapa setara dengan Bapa. Dan perlu diingat bahwa asal segala sesuatu adalah dari Allah Bapa. maka dari itu kiamat hanya ditentukan oleh Bapa.
    berdasarkan referensi bahasa Yunaninya (menurut apa yg sy pernah dapat), sebenarnya dan seharusnya kata “Tidak mengetahui” diganti menjadi “tidak [ikut] menentukan”. Anak bukan pencipta manusia, walau Ia di dalam Bapa dan bersama dengan Bapa dalam keilahian.

    Singkatnya, Kristus dikatakan “tidak mengetahui” karena bukan Anak yang menentukan. Hanya sang Bapa pencipta yang menentukan.

    Bongky Jabs Selano >> Anda menulis :
    Ia adalah Firman Tuhan, yang mana asalnya dari Bapa dan diam di dalam Bapa setara dengan Bapa.

    Respon :
    jika memang Di adalah Firman Allah berarti dia yang dimaksud bukanlah Tuhan … mengapa ? sebab sudah saya jelakan bahwa Yesus tidak seperti Allah Swt yang tau kapan Kiamat Akan Datang kan begitu Logisnya bung ?

    Anda menulis :
    Dan perlu diingat bahwa asal segala sesuatu adalah dari Allah Bapa. maka dari itu kiamat hanya ditentukan oleh Bapa.

    Respon :
    berarti kalau Bapa yang menghendaki Yesus Gunanya untuk apa ?
    kan dirinya Tuhan kata anda sendiri ?

    Anda menulis :
    berdasarkan referensi bahasa Yunaninya (menurut apa yg sy pernah dapat), sebenarnya dan seharusnya kata “Tidak mengetahui” diganti menjadi “tidak [ikut] menentukan”. Anak bukan pencipta manusia, walau Ia di dalam Bapa dan bersama dengan Bapa dalam keilahian.

    Respon :
    kata Jamak Pribadi yang Dikaitkan bahasa Ibranipun gak akan Logis bung sebab kosakata Ibrani dan Yunani sama2 verasal dari 1 makna !

    Anda menulis :
    Singkatnya, Kristus dikatakan “tidak mengetahui” karena bukan Anak yang menentukan. Hanya sang Bapa pencipta yang menentukan.

    Respon :
    TUHAN SEJATI maha Tau dan maha Sempurna , dan juga terlebih Tuhan sejati tidak perlu meminta Pertolongan saat dirinya Disalib .
    percuma ada kata “Aku dan Bapa adalah Satu” itu gak berguna !!!
    berarti Yesus Bukan Tuhan kan ?

    Joseph Ramos Ph D >> haha sudah saya duga arahnya ke debat. Dialog tidak kayak gini kalau tidak didasari pada pemahaman dan pengertian, yang sudah saya bilang, yaitu bahwa teologinya berbeda. Anda takkan mengerti sebagaimana saya sendiri takkan mencoba mengerti teologi agama Anda. Anda tak bisa memperbandingkan pemahaman Anda tentang Tuhan (Allah SWT versi agama Islam) dengan pemahaman saya tentang Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus, satu dalam keilahian dan tak terpisahkan; dalam agama Kristen (dlm kasus ini Orthodox). Asal referensinya aja berbeda, Al-Quran (juga Haditz, mungkin) untuk agama Islam dengan Sanctum Scriptura untuk agama Kristen.

    Jujur saja Anda kalau mencoba mencari lawan bicara akan hal ini tidak cocok dengan saya, saya masih seorang “beginner” dari level ini (dengan catatan bahwa saya takkan mundur).

    sekarang, yang saya ingin pertanyakan adalah mengapa mempermasalahkan teologi kami? Sudah bosankah Anda memusingi ajaran agamamu sendiri, atau Anda merasa bahwa setiap teologi lain harus diluruskan olehmu atas nama Yang Maha Kuasa? Atau Anda merasa jengkel dengan teologi lain yang menurut Anda salah?
    Tak bisakah Anda menutup saja telingamu dan matamu pada apa yang dikatakan orang lain jika menurutmu tak benar?

    note: Kitab suci perjanjian baru ditulis dalam bahasa Yunani.

    Bongky Jabs Selano >> Anda menulis :
    Anda takkan mengerti sebagaimana saya sendiri takkan mencoba mengerti teologi agama Anda.

    Tanggapan :
    Hanya Orang yang Berfikiran DANGKAL yang mengatakan Hal tersebut kpd Ajaran orang yang kita hadapi bung …

    Anda menulis :
    Anda tak bisa memperbandingkan pemahaman Anda tentang Tuhan (Allah SWT versi agama Islam) dengan pemahaman saya tentang Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus, satu dalam keilahian dan tak terpisahkan; dalam agama Kristen (dlm kasus ini Orthodox).

    Respon :
    3 in 1 begitukah ?
    anda menganggap 1 + 1 +1 = 1 ???
    apa tuhan Itu ada 3 menjadi 1 ?
    lalu bagaimana Jika seandainya Tuhan tersebut dari salah satunya mati bung ?

    Anda menulis :
    Asal referensinya aja berbeda, Al-Quran (juga Haditz, mungkin) untuk agama Islam dengan Sanctum Scriptura untuk agama Kristen.

    Respon :
    jelas berbeda , siapa yang Bilang sama ?
    maka dari itu yang ingin saya tanyakan pada anda adalah Konsep Tuhan bukan Referensi dari ke 2 Dalil hadis kan ?

    Anda menulis :
    sekarang, yang saya ingin pertanyakan adalah mengapa mempermasalahkan teologi kami?

    Respon :
    sebab anda berkomentar saat saya menulis status soal ajaran kami .
    dan sayapun tertarik sekali ingin mendulang lebih jauh pada Ajaran yang anda Yakini tersebut …

    Anda menulis :
    Sudah bosankah Anda memusingi ajaran agamamu sendiri, atau Anda merasa bahwa setiap teologi lain harus diluruskan olehmu atas nama Yang Maha Kuasa?

    Respon :
    apakah itu saja alasan anda sehingga anda merasa Pusing seperti Kebakaran Jenggot pada saat saya yanyakan hal itu ?
    mungkin hanya orang yang Berlagak Pintar saja yang bisa berkomentar tanpa Kapasitas bung … (maaf bukan maksud saya menyindir) !

    Anda menulis :
    Atau Anda merasa jengkel dengan teologi lain yang menurut Anda salah?

    Respon :
    mungkin anda sendiri yang merasakan hal tersebut sehingga terlihat sudah sikap emosi anda ini kan ?

    Anda menulis :
    Tak bisakah Anda menutup saja telingamu dan matamu pada apa yang dikatakan orang lain jika menurutmu tak benar?

    Respon :
    hanya orang TOLOL yang merasa dikecilkan seperti anda ini yang hanya terdiam membisu saat ajaran sendiri terusik …

    lalu bagaimana jawaban pasti anda tentang Yesus ?
    jgn banyak Alasan untuk berasumsi , tetapi saya minta BUKTI dari konsep KETUHANAN YESUS bung …!

    Silahkan :

    Joseph Ramos Ph D >> haha. saya rasa ini sudah cukup. Tidak ada esensi yang bisa saya tangkap dari Anda. Terima kasih atas waktu Anda. Saya memang suka emosi, tapi Anda tahu perasaan saya sekarang di dunia nyata? Tidak kan. Apa sih urusanmu sama saya dan agama saya? hahahaha

    Jawaban untuk ketuhanan Yesus ada pada pernyataan Allah pada St. Elizabeth pada Lukas 1:43, “Siapakah aku sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” dan pernyataan malaikat pada Lukas 2:11, “Telah lahir bagimu juruselamat, yaiut Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

    Bongky Jabs Selano >> Anda menulis :
    saya rasa ini sudah cukup. Tidak ada esensi yang bisa saya tangkap dari Anda.

    Respon :
    anda atau saya yang hanya Omong Kosong belaka ?
    konsep Tuhan yang anda berikan sama sekali tidak Nyambung bung !!!

    Anda menulis :
    Terima kasih atas waktu Anda. Saya memang suka emosi, tapi Anda tahu perasaan saya sekarang di dunia nyata? Tidak kan. Apa sih urusanmu sama saya dan agama saya? hahahaha

    Respon :
    emmm mungkin hati anda sudah tertutupi oleh Kebutaan sendiri ya bung (maaf) hehehe …

    Anda menulis :
    Jawaban untuk ketuhanan Yesus ada pada pernyataan Allah pada St. Elizabeth pada Lukas 1:43, “Siapakah aku sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” dan pernyataan malaikat pada Lukas 2:11, “Telah lahir bagimu juruselamat, yaiut Kristus, Tuhan, di kota Daud.”

    Respon :
    Nabi Isa/Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)

    Dalil: Matius 15:24; Markus 9:37; Yohanes 5:24,30; 7:29,33; 8:16,18,26; 9:4; 10:36; 11:42; 13:20; 16:5; 17:3,8,23,25.
    Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Matius 15:24)
    “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.” (Markus 9:37)
    Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (Yohanes 5:24)

    Bagaimana dengan Bantahan BIBLE itu sendiri bung ?
    apa anda masih menolaknya ???

    YA ATAU TIDAK ???

    Joseph Ramos Ph D >> hahaha anggap saya kalah di sini, tapi saya tak mundur dari apa yang saya percayai sebagai orang tolol. Saya bilang saya tolol atas referensi perkataan Anda karena lebih baik saya menghina diri sendiri daripada orang lain yang menghina saya dahulu😉
    Lebih baik jadi orang tolol daripada menang debat agama yang jelas-jelas relatif untuk dibahas secara eksak.

    masih mancing debat?🙂

    Bongky Jabs Selano >> Anda menulis :
    hahaha anggap saya kalah di sini, tapi saya tak mundur dari apa yang saya percayai sebagai orang tolol

    Respon :
    mungkin anda sedang emosi tenangkan sedikit hati anda ini ,
    mungkin hanya Orang Tolol yang mengatakan dirinya hebat pada Orang lain seperti anda tersebut bung …

    Anda menulis :
    Saya bilang saya tolol atas referensi perkataan Anda karena lebih baik saya menghina diri sendiri daripada orang lain yang menghina saya dahulu😉

    Respon :
    apa anda merasa saya Hina seperti Rasul anda tersebut ?

    Anda menulis :
    Lebih baik jadi orang tolol daripada menang debat agama yang jelas-jelas relatif untuk dibahas secara eksak.

    masih mancing debat?🙂

    Respon :
    emmmm apa anda sedang menunjukan diri Sebagai BOTOL ROHANI yach sehingga anda merasa sulit untuk menyanggahi pertanyaan dari saya ini bung ?
    lalu anda emosi ?
    dan Frustasi soal Tuhan Sejati yang masih diragukan ini (Yesus) ???

    Anda menulis :
    saya rasa saya mencium aroma ad hominem di sini🙂

    Respon :
    lalu siapa yang PERDULI jika anda mencium aroma apa saja ?
    sekalipun anda mencium Bau wangi Celana Dalampun saya tidak memperdulikan nya Bung hehehe …

    Bongky Jabs Selano >> bagaimana ?
    masih nyeleneh bung ???
    saya sarankan anda jika tidak ingin saya ajak Debat lagi , anda harus Tutup perkataan anda di Status Saya yang Tidak menyinggung anda .

    itu lebih baik ,, Sebab komentar2 anda Tidak menunjukan Kualitas Debatan anda sendiri ^_^

    salam Ukhuwah bung !!!

  3. artikelny bagus mas ,, ane stju kl mas ,kl prlu copas jg prdebatan mas dengan para pdt misionaris mas ,, jng smpai mrka merusak Kaidah ajaran Islam lalu kta mmbelakanginy,, ane tunggu jwbn mas dr fitnah mrka thdp Islam, Muhammad dan Alquran ,, salah ukhuwah

  4. Siapa yang paling hebat dan pintar?
    Manusiakah, hingga ia pantas menjadi yang terhebat. Kita semua berada didunia yang menuju kepunahan dan kiamat, bisakan pemahaman anda menyelematkan anda. Orang barat yang tidak percaya Tuhan berlomba-lomba mencari tempat diluar bumi untuk memperthankan kehidupan baru. Semua yang disini malah sibuk untuk membunuh kebebasan orang lain.

  5. Jangan dilihat dari satu sisi. pelajari Kitab-kitab pendahulunya karena semua kitab saling berkaitan dan melengkapi, pelajari terminologi, etimologi, sejarah dan bahasa Ibrani yang akurat dari ayat tersebut untuk mendapat titik temu. Ok! semangat jalan ibrahim.

  6. Untuk mendapatkan dukungan Kontantin, Gereja Paulus menyetujui perubahan-perubahan pada ajaran Kristen. Karena pemujaan kepada Dewa Matahari Sol Inviticus sudah menjadi tradisi bangsa Romawi pada waktu itu, dan kaisarnya dipandang sebagai perwujudan dari Dewa Matahari, maka Gereja Paulus menyusun rumusan sebagai berikut:

    1. Hari Minggu (hari Dewa Matahari Sol Inviticus) bangsa Romawi dijadikan hari Sabat bagi agama Kristen.

    2. Hari kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember dijadikan hari kelahiran Yesus.

    3. Lambang Dewa Matahari, Salib Sinar, dijadikan lambang agama Kristen [sebelumnya lambang salib ditolak oleh ajaran Kristen mana pun].

    4. Untuk menyatukan upacara ritual bagi Dewa Matahari dan Yesus, patung Dewa Matahari pada salib diganti dengan patung Yesus….

  7. Trimakasih atas tulisannya.. hal ini semakin menjelaskan mengapa saya harus benar2 percaya kepada Yesus.

    Karena tidak mungkin seseorang dapat sampai kepada surga, jika dia tidak suci seperti Yesus. dan tidak menjadi sama seperti Yesus dan Allah. sama saja dengan berjalan melewati rambut yang dibelah 7 (MUSTAHIL). adam & hawa sendiri hanya karena 1 dosa harus kehilangan segala kemuliaan Allah, yang membuat mereka harus keluar dari surga.
    Surga itu Sempurna??

    Yoh 10 : 30 “Aku dan Bapa adalah satu” pernyataan Yesus paling jelas tentang keberadaan diriNya.
    Yoh 17 : 20 – 23: Merupakan doa terakhir Yesus bagi orang-orang yang percaya kepadaNya.. Lebih dari 3x Yesus memohon kepada Bapa, agar mereka menjadi satu dengan Yesus dan Bapa, dan Yesus memberikan KemuliaanNya dan KesempurnaNYA yang serupa dengan Bapa.
    Supaya??
    – Manusia akhirnya Tahu bahwa sejatinya Yesus adalah Allah Sendiri (Yoh 17: 24) dengan segala kemulianNya
    – Manusia bisa merasakan kasih Allah yang nyata didalam Yesus
    – Manusia BISA menjadi 1 dengan Yesus (Yoh 17 : 24 ) dan Tentu saja TInggal bersama dengan YESUS di Surga.

  8. Mengenai Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 dan 14, dalam buku The Five Gospels yang diterbitkan oleh Harper San Fransisco, yang dikomentari oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hoover, ternyata ayat-ayat tersebut tidak masuk dalam kategori ucapan Yesus yang diseminarkan.
    Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma CaIifornia, disponsori oleh Westar Institute, Injil itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang bernama “The Five Gospels” diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus. Makanya dalam cover The Five Gospels tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari ucapan asli dari Yesus).
    Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
    “Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar.”
    “Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus.”
    Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benar-benar diucapkan Yesus, berarti hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.
    Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil YOHANES termasuk yang hampir 100% dianggap BUKAN ucapan YESUS.

  9. menurut iman kristen pada hakekatnya Allah menciptakan manusia untuk menjadi sekutuNya…n pada hakekatnya pula manusia menjadi sekutu dari Allahnya…n mereka adalah satu:)

    dlm iman kristen satu jgn diartikan sebagai angka matematika tetapi satu dalam arti satu dalam tujuan Allah yaitu karya Allah dlm menyelamatkan umat manusia yang di kasihiNya yg tlah jatuh dlm dosa bisa terselamatkan kembali…dan bisa hidup bersama2 dgn Dia disurga..sprti keadaan adam n hawa pd mula2 sblm jatuh ke dalam dosa.thx

    • Sepertinya anda berpendapat bahwa ayat “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30) bermakna Yesus hanya, manusia biasa dan dapat bersekutu bagi Allah. Saya menghargai pandangan anda.

      Untuk paragrap ke dua, karya penyelamatan. Saya heran. Mengapa Tuhan harus turun dan “disika” oleh manusia. Padahal Tuhan itu Maha Kuasa. Dia tidak perlu turun ke bumi. Di atas langit dia bisa berfirman, “Hai orang-orang di bumi, dosamu telah Aku hapus”.

  10. mantap artikelnya

    islam logis


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s